INDOZONE.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menargetkan penutupan puluhan perlintasan liar sepanjang 2026, sebagai upaya meningkatkan keselamatan operasional kereta api dan masyarakat di sekitar jalur rel.
Deputi 2 Daop 1 Jakarta PT KAI Deddy Hendrady mengatakan, perlintasan yang menjadi prioritas penutupan merupakan lintasan liar dengan lebar di bawah dua meter dan tidak memiliki penjaga.
"Kita ditugaskan untuk menyelesaikan sekitar 40 perlintasan liar, di mana lebarnya kurang dari dua meter dan tidak ada penjaga. Kita akan tutup untuk keselamatan operasional kereta api," kata Deddy kepada wartawan di Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Menurut dia, KAI sebelumnya telah mengidentifikasi lima perlintasan swadaya di kawasan antara Cawang hingga Tebet, yang direncanakan untuk ditutup bersama pemerintah wilayah setempat.
Baca juga: KAI Bakal Bereskan Perlintasan Tak Resmi, Siap Ambil Langkah Hukum Jika Ormas Terlibat
Namun hingga saat ini, baru satu titik di jalur Tebet-Cawang yang telah dilakukan penutupan. Pelaksanaan penutupan lintasan lain masih menunggu dukungan dari pemerintah daerah.
"Kalau tahun ini hanya satu aja. Kalau program KAI memang ada lima, tapi nanti nggak tahu kita dibantu dari pemda apakah ditutup semua atau nggak," ujarnya.
Deddy menilai seluruh perlintasan liar memiliki risiko yang sama terhadap keselamatan perjalanan kereta maupun warga yang melintas.
Meski demikian, pembangunan perlintasan resmi disebut membutuhkan biaya besar dan ketersediaan lahan yang memadai.
Baca juga: Kasus KRL Tabrak Truk di Perlintasan Tangerang, Pihak KAI Ambil Langkah Hukum
"Keterbatasan lahan juga karena biaya juga sih, karena besar juga untuk membuatnya, karena kita harus punya alatnya punya posnya, terus merekrut SDM-nya untuk penjagaan," kata dia.
Saat ini, Daop 1 Jakarta juga telah melakukan penutupan perlintasan sebidang liar di jalur antara Stasiun Tebet dan Stasiun Cawang.
Penutupan tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan di kawasan rel yang selama ini digunakan warga sebagai jalur penyeberangan.
Terkait perubahan titik lokasi penutupan, Deddy menjelaskan keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil musyawarah bersama masyarakat sekitar.
Lokasi penutupan dipindahkan karena lintasan di wilayah RT 05 dinilai lebih banyak digunakan warga dibanding titik lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA