Kamis, 30 APRIL 2026 • 13:15 WIB

Puluhan Relawan PMI Terima Penghargaan Usai Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Author

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla saat mendatangi kantor PMI Kota Bekasi, Rabu (29/4/2026). (Z Creators/Joy Andre)

INDOZONE.ID - Sebanyak 91 relawan Palang Merah Indonesia (PMI) menerima penghargaan atas keterlibatan mereka dalam proses evakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, saat mengunjungi Kantor PMI Kota Bekasi pada Rabu (29/4/2026).

“Oh iya, tentu kita menghargai, menyampaikan ucapan terima kasih kepada relawan PMI yang cepat tanggap untuk membantu mengatasi, bersama-sama dengan semua lembaga dan instansi relawan lainnya,” kata Jusuf Kalla di lokasi.

Sekretaris PMI Kota Bekasi, Kusnaman, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan.

Baca juga: Decitan Rem Kereta Jadi Saksi Bisu Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur

Ia mengatakan, selain penghargaan, relawan juga menerima bonus tambahan.

Relawan yang terlibat berasal dari sejumlah daerah, termasuk DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Tangerang, hingga Karawang.

“Itu terdiri dari PMI se-DKI, kemudian juga PMI Tangerang, Kabupaten Bekasi, kemudian juga ada PMI Karawang, termasuk Kota Bekasi sendiri,” ujar Kusnaman.

Ia menjelaskan, saat tabrakan terjadi, PMI langsung mengerahkan bantuan setelah menerima informasi kecelakaan. Peralatan medis seperti oksigen, ambulans, dan obat-obatan disiapkan untuk penanganan awal korban.

Selain itu, koordinasi dilakukan dengan PMI di berbagai wilayah untuk menambah jumlah personel di lapangan.

“Masing-masing PMI kota/kabupaten yang terlibat memang mengirimkan relawan dengan jumlah yang tidak sama. Ada yang 8 orang, ada yang 12, ada yang sampai 19,” kata dia.

Baca juga: Update Kecelakaan Kereta Bekasi: Satu Korban Meninggal usai Dirawat di RS, Total Jadi 16 Jiwa

Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden bermula saat KRL rute Cikarang–Jakarta menabrak kendaraan di perlintasan tanpa palang pintu.

Peristiwa tersebut mengganggu perjalanan kereta lainnya di jalur yang sama. Dalam kondisi itu, rangkaian KRL yang tertahan kemudian tertabrak Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Pasar Turi.

Akibat kejadian tersebut, 16 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU