Kamis, 26 MARET 2026 • 08:53 WIB

Pasokan BBM di Hari Raya Lebaran Aman, Kekhawatiran Masyarakat Pupus

Author

Foto udara sejumlah kendaraan pemudik antre melintas di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2026). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

INDOZONE.ID - Ketakutan publik terkait stok bahan bakar minyak (BBM) kandas di lebaran tahun ini tampaknya tidak terbukti. 

Nyatanya, pemerintah menepis ketakutan itu dengan memastikan BBM tetap tersedia saat hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah (H).

Ilustrasi pom bensin. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Peneliti dari Lab Rekayasa Termal dan Sistem Energi (RTSE) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ary Bachtiar Krishna Putra, mengapresiasi kinerja pemerintah dalam memastikan ketersediaan BBM di lebaran.

Dia menilai kondisi tersebut tidak lepas dari pengalaman Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam mengelola kebutuhan energi saat periode mudik Lebaran yang terjadi setiap tahun.

Baca juga: Presiden Prabowo Langkah Penghematan BBM serta Kebijakan Kerja dari Rumah Imbas Krisis Global

"Ya, memang karena sudah event tahunan. Artinya, secara pasokan mungkin pemerintah sudah punya jam terbang untuk menjamin keterisian dan harga dari BBM," kata Ary, seperti dikutip pada Kamis (26/3/2026).

Ary menilai pola konsumsi BBM saat hari raya sudah diprediksi sebelumnya. Pemerintah juga memprediksi pola permintaan BBM saat musim lebaran, terutama terkait mudik.

"Kalau Lebaran kan memang penambahan karena mudik ya, itu juga dalam kategori mungkin semingguan, artinya dari berangkat sampai pulang," tuturnya.

Sementara itu, Ary menilai masyarakat sudah lebih bijak dalam menggunakan BBM. Masyarakat juga berkontribusi menstabilkan pasokan BBM.

Kekhawatiran terhadap potensi kelangkaan BBM itu membuat masyarakat cenderung menahan konsumsi BBM yang tidak perlu.

"Kalau masyarakat sudah mulai mengendalikan diri untuk tidak terlalu menghambur-hamburkan, manfaatnya terasa. Saya lihat di beberapa daerah, kondisi sudah tidak terlalu antre BBM," ujarnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Rapat Terbatas dengan Dewan Energi Nasional: Stok BBM dan Gas Aman!

Tantangan Masih Ada

Namun, Ary mengingatkan ketahanan energi Indonesia masih memiliki tantangan, terutama terkait kapasitas cadangan BBM yang relatif terbatas ketimbang negara lain. 

Oleh karena itu, dia menilai langkah pemerintah untuk menambah kapasitas penyimpanan BBM hingga 90 hari merupakan kebijakan strategis, yang perlu segera direalisasikan demi memperkuat ketahanan energi nasional.

"Kalau bisa 90 hari, sudah luar biasa. Artinya, kalau harga pasar naik turun, kita masih punya waktu dan cadangan dari pengadaan sebelumnya," pungkas Ary.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU