Rabu, 18 MARET 2026 • 09:45 WIB

Bantu Kelancaran Arus Mudik, Kwarcab Boyolali Terjunkan Ratusan Anggota Pramuka

Author

Petugas menjelaskan peta arus mudik boyolali pada tim monitoring kwarcab boyolali. (Eksani/Z Creators)

INDOZONE.ID - Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Boyolali melakukan monitoring ke sejumlah posko mudik terpadu maupun posko mudik mandiri di Kwartir Ranting yang dilalui pemudik dari berbagai daerah. Kegiatan ini bertujuan memastikan anggota Pramuka yang bertugas tetap dalam kondisi sehat dan bersemangat menjalankan pengabdian kepada masyarakat, meski tengah menjalankan ibadah puasa.

Monitoring tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Kwarcab Boyolali, Kak Joko Murjito, bersama Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat, Kak Fatonah, serta sejumlah andalan cabang Kwarcab Boyolali.

Wakil Ketua Kwarcab Boyolali Bidang Pengabdian Masyarakat, Fatonah, mengatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan ratusan personel anggota Pramuka Penegak untuk membantu kelancaran arus mudik di sejumlah titik yang ramai dilalui pemudik.

“Sesuai instruksi pimpinan, Kwarcab Boyolali menerjunkan ratusan personel anggota Pramuka Penegak untuk membantu kelancaran arus mudik di sejumlah Kwartir Ranting. Hari ini kami melakukan monitoring di enam posko, mulai dari Posko Terpadu Siboba Boyolali Kota, Posko Mudik Kwarran Cepogo, Posko Mudik Terpadu Ampel, Posko Mudik Terpadu Karanggede, Posko Mudik Mandiri Kwarran Andong, hingga Posko Mudik Mandiri Kwarran Simo,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Baca juga: Sabtu-Minggu Besok Jadi Puncak Arus Mudik Lebaran Periode Pertama

Ia menambahkan, karena para anggota Pramuka sedang menjalankan ibadah puasa, pihaknya juga membawa sejumlah bingkisan sebagai bentuk apresiasi. Selain itu, diberikan pula Lencana Tanda Ikut Gotong Royong (Tigor) kepada anggota yang aktif dalam kegiatan Karya Bhakti Lebaran 2026.

“Ada beberapa posko yang bertugas hingga hari H Lebaran, dan ada juga yang bertugas hingga 28 Maret 2026 mendatang,” tambahnya.

Sebelum melakukan monitoring, pengurus Kwarcab Boyolali terlebih dahulu melaksanakan apel di Sanggar Pramuka Kemiri, Kecamatan Mojosongo. Selanjutnya, tim melakukan pemantauan ke enam titik posko mudik.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Posko Terpadu Siboba Polres Boyolali di Jalan Pandanaran, Boyolali Kota. Di lokasi tersebut, tim monitoring mendapatkan penjelasan dari petugas terkait peta arus lalu lintas mudik di wilayah Boyolali. Tim juga menyerahkan bingkisan serta Lencana Tigor kepada anggota Pramuka yang bertugas.

Salah satu anggota Pramuka dari SMAN 1 Ampel, Dhinda Saputri (17), mengaku bangga bisa terlibat dalam kegiatan Karya Bhakti Lebaran.

“Di sini kami membantu mengatur arus lalu lintas dan menyeberangkan warga, terutama yang hendak ke Pasar Ampel. Awalnya memang deg-degan, tetapi karena sudah dilatih, insyaallah bisa. Selain itu, kami juga merasa senang bisa membantu masyarakat,” ujarnya.

Dhinda menambahkan, ia telah melakukan persiapan selama tiga hari bersama teman-temannya di sekolah. Pada hari tersebut, terdapat delapan anggota dari sekolahnya yang bertugas di posko depan Pasar Ampel.

“Harapannya, arus lalu lintas bisa tetap lancar sehingga para pemudik dapat sampai tujuan dengan selamat,” katanya.

aksi pengaturan lalu lintas. (Eksani/Z Creators)

Sementara itu, salah satu posko mudik mandiri berada di wilayah Kwarran Andong, tepatnya di dekat Pasar Andong. Penanggung jawab posko, Kak Ahmad Muzamil, mengatakan bahwa pendirian posko tersebut merupakan bentuk pelaksanaan instruksi dari Kwarcab Boyolali.

“Kami dari Kwarran Andong melaksanakan Karya Bhakti Lebaran dengan mendirikan posko mudik secara mandiri. Alhamdulillah, kegiatan ini didukung penuh oleh adik-adik Dewan Kerja Ranting (DKR) Andong,” ujarnya.

Baca juga: Kapolri Sebut Waktu Arus Balik Lebih Singkat Dibanding Arus Mudik, Jajaran Diminta Siaga

Ia menjelaskan, meskipun posko yang didirikan tergolong sederhana, pihaknya tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal, terutama dalam pengaturan arus lalu lintas. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya.

“Fokus kami adalah membantu pengaturan lalu lintas, tetapi kami juga melakukan kegiatan sosial yang bersifat kemanusiaan,” jelasnya.

Di posko tersebut, terdapat sekitar 30 personel anggota Pramuka yang dibagi dalam dua shift, yaitu pagi dan siang. Ia mengakui bahwa lokasi tersebut merupakan salah satu titik dengan kepadatan lalu lintas tinggi, terutama pada pagi dan menjelang waktu berbuka puasa.

“Karena dekat dengan pusat perbelanjaan, arus lalu lintas sering mengalami kemacetan hingga beberapa kilometer pada sore hari. Harapannya, dengan adanya posko ini, arus lalu lintas bisa lebih lancar dan dapat meminimalisir kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU