INDOZONE.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, berbicara terkait peranan pemerintah untuk pesantren.
Komiten mendukung pesantren itu bahkan sudah telihat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan perjuangan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP yang diarahkan juga untuk para santri.
"Ini adalah bagian daripada ikhtiar pemerintah di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo, tidak hanya untuk sekolah umum tapi juga diarahkan agar santri-santri di pesantren ikut merasakan manfaatnya," kata Bahlil seperti INDOZONE kutip dari Antara, pada Senin (9/6/2026).
Baca juga: Luruskan Kabar Stok BBM 20 Hari, Ini Kata Menteri Bahlil
Bahlil berkeyakinan penuh bahwa anak-anak pesantren memiliki kualitas yang tidak kalah, bahkan berpotensi lebih baik, dibandingkan siswa sekolah umum.
Namun, dia menyebut bahwa selama ini LPDP belum pernah secara serius menyentuh atau memberikan perhatian khusus kepada kalangan santri.
"Saya pikir ini harus kita lakukan, kita suarakan terus menerus supaya bisa diambil keputusan yang baik, toh mereka juga adalah anak bangsa," ungkapnya.
Hal tersebut disampaikan Bahlil dalam kunjungannya di Ponpes Azzainiyyah Sukabumi, Jawa Barat pada Minggu, 8 Maret 2026 kemarin.
Baca juga: Menteri Bahlil: Insyaallah Belum Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi, Puasa dan Hari Raya Baik
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia ini menekankan terkait peran krusial pondok pesantren dalam membentuk nasionalisme dan melahirkan pemimpin bangsa.
Menurutnya, pesantren tidak hanya mendidik anak-anak tentang agama, ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai nasionalisme yang kuat.
"Sangatlah tidak elok kalau kita memisahkan antara pesantren dan negara karena di dalam pesantren mendidik anak-anak kita tahu agama, tahu ilmu pengetahuan, teknologi, tapi juga nasionalisme. Dan ini ada pada pesantren,” ujar Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA