Senin, 09 MARET 2026 • 11:15 WIB

Lippo Group Hibahkan Lahan 30 Hektare untuk Program 3 Juta Rumah

Author

Lippo Group bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait serta Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo saat meninjau lahan seluas 30 hektare di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi. (Z Creators/Joy Andre).

INDOZONE.ID - Pengembang properti Lippo Group menghibahkan lahan seluas 30 hektare kepada pemerintah melalui Danantara Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap program pembangunan 3 juta rumah.

Program yang menjadi salah satu prioritas Prabowo Subianto itu ditujukan untuk menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sekaligus mengurangi backlog perumahan.

Lahan hibah tersebut diproyeksikan dapat digunakan untuk membangun sekitar 140.000 unit hunian vertikal atau sekitar 5 persen dari target nasional program 3 juta rumah.

"Alasan kami menghibahkan tanah ini karena mendukung Presiden yang punya hati untuk rakyat," kata CEO Lippo Group, James Riady, di Cikarang, Minggu (8/3/2026).

Proses hibah tersebut dilakukan oleh Lippo Group bersama Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, serta jajaran pemerintah provinsi dan Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Presiden Prabowo Tetap Prioritaskan Program 3 Juta Rumah

Pada kesempatan itu, Lippo Group menyerahkan tiga bidang lahan di kawasan tersebut untuk mendukung pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Inisiatif ini diharapkan bisa jadi langkah konkret dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman, dan terjangkau," ujar dia.

Terpisah, Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo mengatakan kebutuhan rumah layak huni di Indonesia masih sangat besar.

Berdasarkan data pemerintah, kata Hashim, ada sekitar 9–15 juta keluarga yang belum memiliki rumah. Selain itu, sekitar 27 juta rumah tangga masih tinggal di rumah yang tidak layak huni.

Oleh karena itu, pembangunan perumahan menjadi salah satu prioritas pemerintah.

"Program 3 juta rumah per tahun menjadi bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutur Hashim.

Menurut Hashim, sektor perumahan memiliki dampak berantai yang besar terhadap perekonomian karena pembangunan satu unit rumah dapat menggerakkan lebih dari 180 sektor industri, mulai dari bahan bangunan hingga perabot rumah tangga.

Selain proyek di lahan hibah tersebut, pemerintah juga menyiapkan sejumlah lokasi lain untuk pembangunan hunian vertikal, salah satunya di Depok yang direncanakan memanfaatkan sekitar 45 hektare lahan untuk pembangunan ratusan ribu unit rumah.

Baca juga: MK Batalkan UU Tapera, Wakil Ketua Komisi V: Pendanaan Program 3 Juta Rumah Dituntut Kreatif

Setelah peninjauan lokasi, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama Danantara Indonesia akan melanjutkan proses penyusunan konsep pembangunan.

Proses tersebut mencakup skema pengembangan kawasan hunian, mekanisme penentuan harga, serta kriteria pembelian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi kepada pendiri Lippo Group Muchtar Riady yang mau memberi lahan untuk mendukung program perumahan rakyat.

"Ini bukan sekadar komitmen, tetapi lahir dari rasa kebersamaan dan kemanusiaan yang luar biasa untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Ara.

Ia menjelaskan pembangunan hunian di atas lahan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 140.000 unit apartemen bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Dari gambaran tim, dengan lahan sekitar 30 hektare ini kita kurang lebih bisa membangun sekitar 140.000 unit," ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU