INDOZONE.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meluruskan kabar stok bahan bakar minyak (BBM) Indonesia disebut cuma cukup untuk 20 hari.
Kabar ini jadi perbincangan hangat di masyarakat seiring meningkatnya eskalasi perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran di Timur Tengah.
Jelang rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 4 Maret 2026, Bahlil menjelaskan bahwa stok BBM saat ini bukan menandakan kondisi darurat.
Ia menekankan, bahwa daya tampung BBM di Indonesia memang tidak lebih dari 21 hingga 25 hari.
"Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari," kata Bahlil, dikutip dari Antara, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Menteri Bahlil: Insyaallah Belum Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi, Puasa dan Hari Raya Baik
Kamu harus tahu, bahwa standar nasional stok BBM minimal adalah 20-21 hari, maksimal 25 hari. Sekarang, rerata stok BBM nasional mencapai 22-23 hari, berdasarkan rapat Dewan Energi Nasional (DEN), di Kantor Kementerian ESDM, pada Selasa 3 Maret 2026.
Bahlil menjelaskan, bahwa Indonesia bukan tidak mampu menyediakan pasokan, tapi ketidaktersediaan daya tampung untuk cadangan lebih besar.
“Kalau kita mau tambah, kita simpan di mana? Storage-nya memang belum cukup,” ujarnya.
Percepatan Pembangunan Daya Tampung
Bahlil menerangkan, bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mengupayakan percepatan pembangunan fasilitas daya tampung.
Indonesia diupayakan memiliki cadangan energi hingga tiga bulan, sesuai dengan standar minimum yang jadi konsensus global.
"Arahan Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage supaya ketahanan energi kita ada. Storage-nya berapa lama? Insyaallah rencana sampai dengan 3 bulan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara