Rabu, 04 MARET 2026 • 15:38 WIB

Menteri Bahlil: Insyaallah Belum Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi, Puasa dan Hari Raya Baik

Author

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, beri keterangan pers terkait perkembangan terkini ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika Timur Tengah. (INDOZONE/Andika Pratama)

INDOZONE.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menerangkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi aman meski ada dinamika harga minyak dunia. 

Kamu harus tahu, harga minyak dunia berpeluang meroket imbas perang di Timur Tengah, antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Imbas konflik itu, Iran menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran global.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, beri keterangan pers terkait perkembangan terkini ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika Timur Tengah. (INDOZONE/Andika Pratama)

Bahlil menyampaikan harga BBM subsidi akan tetap aman, dalam konferensi pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi terhadap Sektor ESDM, di Kantor Kementerian ESDM, Selasa 3 Maret 2026.

"Kalau harga BBM yang subsidi, yang bensin Pertalite, itu mau (harga minyak dunia) naik berapa pun, tetap harganya sama sebelum ada perubahan dari pemerintah," ujar Bahlil di hadapan awak media, dikutip pada Rabu (4/3/2026).

Baca juga: Kargo BBM, Pelita Air Tegaskan Pesawat Jatuh di Nunukan Tanpa Awak dan Penumpang

Jika BBM subsidi aman, penyesuaian harga akan terjadi terhadap BBM non-subsidi, seperti Pertamax, tergantung peningkatan harga minyak dunia.

Bahlil menjelaskan, bahwa asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memprediksi kenaikan harga minyak mencapai USD70 per barel. Akan tetapi, harga minyak sudah naik hingga USD70-80 per barel.

Kenaikan ini berdampak pada peningkatan beban APBN sehingga ada potensi pembengkakan subsidi energi yang ditanggung negara. Diketahui, Indonesia mengimpor minyak sekira 1 juta barel per hari.

Namun, bak pisau bermata dua, kenaikan harga minyak dunia juga menguntungkan Indonesia sebagai negara yang memproduksi minyak juga. Alhasil, Indonesia juga dapat tambahan pendapatan dari kenaikan harga minyak dunia.

Bahlil menyatakan, pemerintah menghitung dengan hati-hati selisih di antara fenomena itu, karena terkait dengan energi dalam negeri.

"Karena Indonesia kan berkontribusi kurang lebih sekitar 600 ribu barel per hari. Nah, selisih ini yang sedang kami hitung," ucap Bahlil.

Bahlil menegaskan, bahwa tidak ada kenaikan harga BBM subsidi dalam pembahasan Sidang Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) ke-1 Tahun 2026, kemarin. Perlu kamu tahu, Bahlil merupakan Ketua Harian DEN.

"Sampai dengan kami rapat tadi, belum ada (kenaikan harga BBM subsidi), jadi aman-aman saja. Hari raya yang baik, puasa yang baik, insyaallah belum ada kenaikan harga BBM," jelas Bahlil.

Akan Tambah Kapasitas BBM dari 25 Hari jadi 90 Hari

Sementara itu, Bahlil juga berencana menambah kapasitas penyimpanan stok BBM Indonesia dari yang awalnya 25 atau 26 hari jadi 90 hari supaya selaras dengan standar internasional.  

Ini sebagai respons dari fakta, bahwa Jepang punya kapasitas penyimpanan stok BBM hingga 254 hari berbanding dengan Indonesia yang kurang dari sebulan.

“Faktanya, ketahanan energi kita, storage kita itu maksimal di angka 25–26 hari, nggak lebih dari itu,” ucap Bahlil.

Baca juga: Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Kaltara: Dicari di Hutan!

“Sekarang, kalau kita impor sebanyak itu (Jepang), kita mau taruh (BBM) di mana? Itu permasalahan kita,” ucapnya.

Tak lupa, Bahlil menegaskan, bahwa ketahanan minyak Indonesia sekarang, seperti minyak mentah, BBM, serta LPG, rerata ada di atas standar minimum nasional, yakni 23 hari.

“Jadi, menyangkut dengan persiapan hari raya Idulfitri, bulan puasa, alhamdulillah saya menyampaikan bahwa stok BBM, crude, LPG, itu semua rata-rata di atas standar minimum nasional,” pungkas Bahlil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU