INDOZONE - Menteri Ketenagakerjaan Prof Yassierli menyambut baik dan positif dengan adanya Indonesia New Media Forum (INMF). Hal tersebut diungkapkan saat menerima audiensi dan berdiskusi dengan INMF pada Jumat (6/2/2026) di kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Jakarta Pusat.
Prof Yassierli menyadari bahwa keberadaan new media saat ini menjadi penting karena bukan lagi menjadi saluran alternatif tapi juga saluran utama masyarakat dalam mengakses informasi.
“New media ini kan sudah jadi semacam pilihan utama orang untuk mengakses informasi karena sifatnya yang efisien dan memudahkan. Bahkan bisa saya katakan siap mendistribusi media-media arus utama karena ini semacam wave (ombak) baru,” ujarnya.
Baca juga: Kemnaker Tekankan Keterbukaan dan Partisipasi Bermakna dalam Revisi UU Ketenagakerjaan
Ia juga mengungkapkan bahwa INMF dan Kemenaker punya visi yang sama agar bagaimana bisa melakukan sesuatu yang baik di negeri ini dimana media-media yang tergabung dalam INMF sudah mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat dimana kebanyakan adalah Gen Z atau fresh graduate.
“Kita punya visi yang sama untuk melakukan sesuatu yang baik di negeri ini olehnya itu kami (Kemnaker) siap support dan berkolaborasi. Kami punya anggaran untuk mengadakan pelatihan, mungkin bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas para pekerja di industri new media ini,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pencetus terbentuknya INMF sekaligus CEO Indozone, RIel Tasmaya mengatakan bahwa semangat dari INMF ini adalah bagaimana industri media tidak hanya bertahan namun juga tumbuh.
Olehnya itu, ia menyebutkan bahwa hal itu bisa dilakukan dengan adanya dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, tidak terkecuali dari Kemenaker.
“Semangat kami di INMF ini adalah semangat kolaborasi dimana kami saling mendukung satu sama lain demi kemajuan bersama,” ujar Riel.
Riel juga menjelaskan bahwa Indonesia New Media Forum (INMF) merupakan sebuah wadah kolaboratif yang berfokus pada pengembangan ekosistem media baru, digitalisasi konten, dan pemberdayaan ekonomi kreatif di Indonesia.
“Saat ini sudah adalah lebih dari 30 new media yang tergabung bersama INMF dan tentunya tidak menutup kemungkinan akan bertambah karena anggotanya tidak harus new media yang ada di Jakarta melainkan juga di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan