INDOZONE.ID - Istilah junta militer tak asing didengar di dunia perpolitikan. Istilah ini merujuk pada pengambilalihan kekuasaan secara paksa oleh militer dari pemerintahan sipil. Salah satu contoh paling nyata adalah Myanmar, yang dikendalikan militer sejak 2021.
Dari kasus Myanmar, membuat kita penasaran dengan istilah junta militer. Apa sih sebenarnya arti junta militer dan bagaimana sebuah negara bisa dikendalikan militer? Lalu apa bedanya junta militer ini dengan istilah kudeta?
Nah dalam artikel ini kita akan membahas lebih dalam dengan mengambil Myanmar sebagai contoh paling dekat.
Baca juga: PBB: Junta Myanmar Gunakan Kekerasan Brutal untuk Memaksa Warga Ikut Pemilu
Apa Itu Junta Militer?
Istilah junta berasal dari bahasa Spanyol, yang merujuk pada dewan atau komite. Nah istilah junta ini mulai populer di abad ke-16 untuk badan pemerintahan darurat.
Tapi kalau istilah junta militer secara spesifik berkembang dari perang saudara seperti di Spanyol (Perang Saudara Spanyol) atau pronunciamiento (pernyataan kudeta).
Istilah ini kini digunakan untuk merujuk kepada bentuk pemerintahan otoriter yang dicirikan oleh kediktatoran militer oligarki, yang dibedakan dari kategori pemerintahan otoriter lainnya.
Jadi singkatnya, junta militer adalah pemerintahan yang dipimpin oleh komite perwira militer yang merebut kendali negara secara paksa, biasanya setelah menggulingkan pemerintah sipil melalui kudeta.
Para komite perwira militer ini (darat, laut, udara) berbagi kekuasaan di negara tersebut.
Kenapa Negara Bisa Jatuh ke Tangan Militer?
Sebuah negara bisa dikendalikan oleh kekuasaan militer biasanya karena ketidakstabilan politik ekstrem, krisis ekonomi, korupsi merajalela, konflik internal yang parah (pemberontakan/separatisme), atau ancaman kedaulatan dari luar.
Nah alasan-alasan itulah yang kemudian dimanfaatkan kelompok militer untuk mengambil alih pemerintahan melalui kudeta.
Beda Junta Militer dengan Kudeta
Seringkali orang menganggap junta militer dan kudeta adalah hal yang sama. Namun kedua istilah ini punya perbedaan.
Kalau kudeta biasanya peristiwa pengambilalihan kekuasaan secara paksa dan cepat. Sifatnya berupa serangan mendadak yang terjadi dalam hitungan jam atau hari.
Pelaku kudeta ini biasanya dari kelompok kecil yang memiliki akses senjata atau kekuasaan (militer, polisi, atau faksi politik).
Tujuan kudeta adalah untuk menghentikan kekuasaan rezim lama secara paksa.
Sedangkan junta militer itu lebih ke bentuk pemerintahan yang muncul setelah berhasil melakukan kudeta.
Junta merujuk pada kelompok perwira militer yang secara kolektif memegang dan menjalankan kekuasaan negara.
Kesimpulannya, kalau kudeta itu aksi, sedangkan junta militer itu rezim atau sistem pemerintahan yang terbentuk setelah kudeta.
Daftar Negara yang Pernah atau Kini Dipimpin Junta Militer
Tak hanya Myanmar, sejumlah negara lain di dunia juga pernah berada di bawah kepemimpinan junta militer. Bahkan, di antaranya ada yang mengalami kekuasaan militer sejak berabad-abad lalu.
Berikut ini daftar lengkapnya!
Eropa
- Britania Raya —Protektorat (1653–1660)
- Prancis — Pemerintahan Vichy Prancis (1940–1945)
- Polandia — Dewan Militer Keselamatan Nasional (1981–1983)
- Portugal — Junta Keselamatan Nasional (1974–1975)
- Spanyol — Spanyol Franco (1939–1975)
- Yunani — Rezim Kolonel, secara resmi disebut "Komite Revolusioner" (1967–1974)
Afrika
- Burkina Faso (2022–sekarang)
- Burundi
- Guinea (2021–sekarang)
- Guinea-Bissau
- Liberia
- Libya
- Mauritania
- Mali (2021–sekarang)
- Mesir
- Niger (2023–sekarang)
- Sudan (2021–sekarang)
- Uganda
- Afrika Tengah Republik
Amerika
- Argentina — Revolusi Argentina (1966–1973), Proses Reorganisasi Nasional (1976–1983)
- Bolivia
- Brasil
- Chili
- Republik Dominika
- Ekuador
- El Salvador
- Guatemala
- Haiti
- Honduras
- Kolombia
- Kuba
- Nikaragua
- Panama
- Paraguay
- Peru
- Suriname
- Uruguay — Junta militer (1973–1985)
- Venezuela — Junta militer (1948–1958)
Asia
- Republik China — Pemerintahan Nasionalis (1925–1948)
- Irak – Dewan Kedaulatan (1958–1963) dan Dewan Komando Revolusioner (1968–2003)
- Jepang Kekaisaran – Periode Keshogunan (1185–1868)
- Korea Selatan – Pemerintahan militer Park Chung Hee (1962–1979, awalnya sebagai Dewan Tertinggi untuk Rekonstruksi
- Nasional) dan Chun Doo-hwan (1980–1988)
- Myanmar — Dewan Administrasi Negara (2021–sekarang)
- Pakistan – Pemerintahan militer Ayub Khan (1958–1969), Yahya Khan (1969–1971), Muhammad Zia-ul-Haq (1977–1988) dan
- Pervez Musharraf (1999–2008)
- Thailand – Dewan Penjaga Perdamaian Nasional (1991–1992), Dewan Keamanan Nasional (2006–2008), Dewan Nasional untuk
- Perdamaian dan Ketertiban (2014–2019)
- Turki – Komite Persatuan Nasional (1960–1961), Dewan Keamanan Nasional (1980–1983)
Baca juga: Pemilu Myanmar Diwarnai Kekhawatiran Soal Pengawasan Massal, PBB Angkat Suara
Pasifik
- Fiji — Pemerintahan militer Frank Bainimarama (2006–2014)
Itulah pengertian junta militer, perbedaannya dengan kudeta dan daftar negara yang pernah atau kini dipimpin oleh junta militer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia