Sabtu, 17 JANUARI 2026 • 17:05 WIB

Dalam 6 Jam, Gunung Semeru Sudah Alami 23 Kali Gempa Letusan!

Author

Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Lumajang, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)

INDOZONE.ID - Salah satu petugas yang berjaga Pos Pengamatan Gunung Semeru, yakni Mukdas Sofian, menjelaskan kondisi terkini gunung tersebut. 

Ia menjelaskan bahwa Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami 23 kali gempa letusan selama enam jam terakhir pada Sabtu pukul 06.00-12.00 WIB.

"Untuk pengamatan kegempaan tercatat 23 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 15-22 mm dan lama gempa 95-174 detik," kata Sofian, seperti INDOZONE sadur dari Antara, Sabtu (17/1/2026).

Baca juga: Gunung Semeru Alami Erupsi 3 Kali, Keluarkan Letusan Capai 900 Meter

Selain itu, Gunung Semeru juga tercatat mengalami 11 kali gempa embusan dengan amplitudo 3-6 mm, dan lama gempa 38-99 detik serta tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3-20 mm, S-P 16-35 detik dan lama gempa 39-78 detik.

"Secara visual, gunung api tertutup kabut 0-II hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah barat laut," tuturnya.

Ia menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Baca juga: BNPB: Tiga Warga Luka Berat, Ratusan Hektare Lahan Rusak Akibat Erupsi Semeru

Di luar jarak tersebut, katanya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU