Detik-Detik Menegangkan Ketika Desa Gunci Nyaris Hilang Diterjang Banjir Bandang 2 Meter di Aceh
INDOZONE.ID - Dusun Lhok Pungki, Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, menjadi salah satu wilayah terdampak terparah akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.
Pemukiman ini sebelumnya sempat disinggung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), sebagai “desa yang hilang” karena nyaris lenyap tersapu derasnya arus banjir.
Berdasarkan informasi yang di peroleh dari kepala desa, Jumat, (26/12/2025), sekitar 84 kepala keluarga (KK) yang bermukim di Dusun Lhok Pungki terdampak langsung dan seluruhnya telah mengungsi.
Banjir bandang dengan ketinggian air diperkirakan mencapai dua meter menerjang kawasan pemukiman, menyebabkan banyak rumah warga roboh, terseret arus, hingga hilang tak berbekas dari lokasi semula.
Baca juga: 9 WNI yang Terjebak Perdagangan Orang di Kamboja Berhasil Dipulangkan
Kepala Desa Gunci, Fazir Ramli, menyampaikan bahwa evakuasi warga dilakukan secepat mungkin saat air mulai memasuki area pemukiman.
Warga dievakuasi menuju dusun tetangga dengan jarak sekitar tiga kilometer melalui jalur atas yang dinilai lebih aman dari ancaman arus sungai.
Fazir turun langsung melakukan evakuasi. Warga dari dusun sekitar, kata dia, juga ikut membantu proses tersebut.
“Ada yang menggunakan mobil, ada pula yang berjalan kaki menyelamatkan anak-anak dan keluarga ke lokasi pengungsian,” ujar Fazir Ramli.
Kini, bekas pemukiman warga Dusun Lhok Pungki berubah menjadi belantaran sungai yang dipenuhi gelondongan kayu, lumpur, serta puing-puing bangunan.
Baca juga: Bantu Pemulihan Pasca Bencana di Sumatera-Aceh, Mabes Polri Kirim 1.500 Personel
Hampir tidak ada lagi tanda-tanda rumah layak huni di lokasi tersebut, menandakan besarnya dampak banjir bandang yang melanda wilayah ini.
Kondisi ini menegaskan urgensi penanganan lanjutan dari pemerintah daerah dan pihak terkait, baik dalam bentuk bantuan kemanusiaan, pemulihan pascabencana, hingga rencana relokasi warga terdampak.
Warga berharap adanya langkah konkret agar bencana serupa tidak kembali menghapus pemukiman di sepanjang bantaran sungai Aceh Utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan