INDOZONE.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa petugas gabungan bersama TNI dan Polri, bekerja hingga 18–20 jam per hari untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan percepatan pemulihan dilakukan melalui pengerahan personel dan peralatan secara maksimal di berbagai titik terdampak.
“Pembersihan wilayah terdampak terus dilakukan, termasuk di Aceh Tamiang, dengan mengerahkan personel dan alat secara maksimal,” ujarnya melalui keterangan Bakom RI, dikutip Selasa (24/12/2025).
Kerja Intensif di Wilayah Terdampak
Abdul menjelaskan bahwa intensitas kerja petugas di lapangan sangat tinggi mengingat luasnya area terdampak.
Baca juga: Presiden Prabowo Kerahkan Seluruh Sumber Daya Nasional Tangani Bencana di Sumatera
“Di beberapa titik, personel TNI dan Polri bekerja hingga 18–20 jam per hari untuk mempercepat pemulihan dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Selain Aceh Tamiang, wilayah dengan jumlah pengungsi tinggi seperti Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, juga menjadi prioritas.
Dukungan diarahkan pada penambahan tenda pengungsian dan percepatan pembersihan infrastruktur penting.
Percepatan Pembukaan Akses Darat
Menurut BNPB, pemulihan akses darat di Aceh merupakan fokus utama, terutama di jalur penghubung antardaerah yang sebelumnya terputus akibat banjir dan longsor.
Sejumlah jembatan di ruas Bireuen–Bener Meriah telah kembali fungsional.
Beberapa wilayah di Aceh Tengah dan Bener Meriah masih hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Pemerintah menargetkan agar sebelum akhir Desember, jalur tersebut dapat dilalui kendaraan roda empat.
Baca juga: TNI Bantah Kirim Kardus Kosong dalam Helibox Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
Upaya percepatan juga dilakukan melalui pembangunan jalur alternatif lintas barat Nagan Raya–Aceh Tengah, dengan progres konstruksi Jembatan Kureng Betong yang telah mencapai sekitar 70 persen.
“Apabila dapat diselesaikan pada akhir pekan ini, maka akses menuju Aceh Tengah dari jalur timur dapat terbuka,” kata Abdul.
BNPB menegaskan bahwa pembukaan jalan dan jembatan menjadi kunci untuk memulihkan arus orang, barang, alat berat, dan logistik.
Dengan akses yang mulai terbuka, proses pemulihan pada awal tahun diharapkan berjalan lebih cepat dan signifikan.
Upaya gotong royong lintas lembaga ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di seluruh wilayah terdampak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA