Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 19:13 WIB

Gak Perlu Ngantor! Menteri Airlangga Usul WFA Akhir Tahun, Libur Jadi Full Seminggu?

Author

Ilustrasi work from anywhere. (AI Generated)

INDOZONE.ID - Persiapkan liburan Anda karena baru-baru ini Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) kepada Presiden Prabowo Subianto untuk periode 29–31 Desember 2025. 

Usulan yang disampaikan saat Sidang Kabinet Paripurna ini bertujuan agar para pekerja bisa bekerja secara fleksibel di sela-sela libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Kami usulkan karena ada tanggal 29, 30, dan 31 yang di antara libur. Kami usul untuk work from anywhere and everywhere, karena keluarga tidak bergerak kalau orang tuanya, ayahnya, tidak jalan,” ujar Airlangga seperti dikutip dari BPMI Sekretariat Presiden, Selasa (16/12/2025).

Baca juga: Daftar Lengkap 17 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama di 2026: Siapkan Liburanmu dari Sekarang!

Jika usulan ini disetujui, masyarakat praktis tidak perlu ke kantor mulai Kamis, 25 Desember 2025, hingga pergantian tahun. Langkah ini diharapkan dapat memacu mobilitas keluarga dan sektor pariwisata.

Dorong Ekonomi Lewat Mobilitas

Airlangga menjelaskan bahwa kebijakan WFA penting agar orang tua bisa mendampingi anak-anak yang sedang libur sekolah untuk bepergian. 

Pemerintah memproyeksikan pergerakan masyarakat akan menembus 100 juta perjalanan selama Nataru. Mobilitas besar ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi nasional di akhir tahun.

Baca juga: Momentum Libur Nataru 2024/2025, Pemkot Kembali Ingatkan Malioboro Adalah Kawasan Dilarang Merokok

Banjir Diskon dan Stimulus Belanja

Untuk mendukung rencana tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah insentif transportasi yang berlaku mulai 20 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026:

  • Kereta Api: Diskon hingga 30%.
  • Kapal Laut (Pelni): Diskon 20%.
  • Penyeberangan (ASDP): Diskon 19%.
  • Tiket Pesawat: Potongan 13–14%.

Selain transportasi, pemerintah juga memacu konsumsi melalui Harbolnas 2025 dengan target transaksi Rp35 triliun dan program EPIC Sale dengan target Rp30 triliun.

Rangkaian kebijakan ini diharapkan mampu menjaga tren pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap positif di penghujung tahun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BPMI Setpres

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU