Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 15:07 WIB

Mensos Pastikan Ada Hunian Sementara untuk Korban Banjir di Sumatra

Author

Banjir di Aceh. (ANTARA FOTO/Ampelsa)

INDOZONE.ID - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, menyebut hunian sementara (huntara) dan hunian tetap, untuk warga terdampak bencana banjir di Aceh dan Sumatra, akan disediakan.

Proses penyediaan huntara tersebut akan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto.

Bangkai gajah ditemukan di daerah terdampak banjir Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (ANTARA/FB Anggoro)

"Nanti kalau huntara yang memimpin adalah Pak Kepala BNPB. Tapi, itu sudah menjadi bagian dari perencanaan untuk menyiapkan huntara dan tentu nanti hunian tetapnya," ujar Gus Ipul, sapaan akrab Mensos, di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Rabu (3/12/2025).

Huntara dan hunian tetap merupakan bagian dari bantuan yang diberikan pemerintah kepada korban terdampak bencana.

Baca juga: Update Korban Banjir dan Longsor Sumatra Hari Ini: 753 Orang Meninggal Dunia dan 650 Lainnya Hilang!

Nah, penyediaan hunian ini akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, untuk identifikasi lokasi serta perencanaan pembangunan.

Tak cuma itu, para ahli waris korban meninggal dunia (Rp15 juta) dan warga yang mengalami luka berat (Rp5 juta), akan mendapatkan santunan dari Kementerian Sosial.

Setelah asesmen lanjutan, pemerintah akan menyiapkan program pemberdayaan bagi warga yang kehilangan rumah, pekerjaan, hingga mata pencaharian.

"Intinya, ini adalah kerja bersama. Ini sinergi, ini gotong royong menindaklanjuti arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto)," jelasnya.

Hingga kini, Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan senilai Rp25 miliar, baik dalam bentuk natura maupun dukungan operasional dapur umum. Dana tersebut termasuk belanja bahan baku dan pembiayaan sumber daya manusia (SDM).

Sebanyak 30 dapur umum, baik dikelola masyarakat maupun dibangun dinas sosial setempat, yang tersebar di tiga provinsi tersebut. 

Dapur umum tersebut didukung oleh lebih dari 570 orang Taruna Siaga Bencana (Tagana). Setiap harinya, dapur umum tersebut mampu menghasilkan sekira 80 ribu bungkus makanan.

Update Korban Bencana di Sumatra

Sementara itu, melansir dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (3/12/2025), sekira pukul 09.00 WIB, tercatat 753 orang meninggal dunia. 

Rinciannya,  218 korban tewas di Aceh, 301 korban tewas di Sumatra Utara (Sumut), dan 234 korban tewas di Sumatra Barat (Sumbar).

Lalu, berdasarkan data sementara, diketahui 650 orang masih belum diketahui keberadaannya. Selain itu, korban luka karena bencana ini mencapai 2,6 ribu jiwa.

TNI AU mendistribusikan heli box bantuan berisi makanan untuk pengungsi di Aceh Tamiang yang terisolir akibat bencana banjir dengan metode Container Delivery Sistem (CDS). (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

Kini, 576,3 ribu orang mengungsi ke tempat aman sambil menunggu kondisi di tempat masing-masing membaik.

Baca juga: Ribuan Kayu Gelondongan Terbawa Banjir di Sumatra, Bareskrim Polri Mulai Penyelidikan

Totalnya, 3,3 juta jiwa dan 49 kabupaten terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. 

Sementara itu, bencana ini juga merusak berbagai infrastruktur di Aceh, Sumut, dan Sumbar, seperti jembatan (39,34 persen), fasilitas peribadatan (16,97 persen), fasilitas pendidikan (42,5 persen), dan fasilitas kesehatan (1,18 persen).

Untuk kerusakan rumah, tercatat 3,6 ribu rusak berat, 2,1 ribu rusak sedang, dan 3,7 ribu rusak ringan. 

Diharapkan, kondisi di Aceh, Sumut, Sumbar, segera membaik sehingga kehidupan kembali berjalan seperti sedia kala.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU