Selasa, 02 DESEMBER 2025 • 16:30 WIB

Perkuat Pertahanan Informasi, Banyuwangi Positive Bersama Polresta Bergerak Hadang Hoaks

Author

Bentengi Ruang Digital, Banyuwangi Positive dan Polresta Sinergi Lawan Hoaks. (Sumber: restabanyuwangi.jatim.polri.go.id)

INDOZONE.ID - Upaya memperkuat pertahanan informasi terus dilakukan Komunitas Banyuwangi Positive bersama Polresta Banyuwangi. Kemitraan ini kembali ditegaskan oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., yang menyatakan dukungan penuhnya agar komunitas tersebut tetap menjadi garda depan dalam menyebarkan informasi yang sehat dan membangun ruang digital yang positif.

Dukungan ini disampaikannya saat menghadiri Media Gathering Banyuwangi Positive di Raka Cafe & Resto, Kecamatan Purwoharjo, pada Sabtu (29/11/2025).

Dalam sambutannya, Kombes Pol Rama Samtama Putra menjelaskan bahwa arus informasi yang semakin cepat menuntut adanya pertahanan informasi yang kuat. Kombes Pol Rama mengatakan, “Menjaga kondusivitas media itu penting di era digital, karena kita ketahui bersama sejak 2016 muncul fenomena pascakebenaran atau post truth.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ancaman manipulasi informasi semakin nyata di tengah perkembangan teknologi.

Baca juga: Kementerian Pertahanan Tunjuk Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Tangani Hoaks Pesawat Tempur Mirage

Komunitas Banyuwangi Positive telah menjadi pionir nasional dalam menggabungkan jurnalis dari IJTI dan PWI dengan komunitas pegiat media sosial seperti Banyuwangi Social Media Network (BSMN). Integrasi ini membawa pengaruh besar dalam menghadirkan narasi positif yang mendukung pembangunan daerah. Selain itu, sinergi kerja sama mencakup pemerintah daerah, aparat keamanan, pelaku usaha, dan investor.

Kombes Pol Rama Samtama Putra menjelaskan bahwa era pascakebenaran sangat rentan terhadap rekayasa informasi. Banyak opini publik dibentuk bukan berdasarkan fakta, melainkan emosi dan narasi manipulatif. Kombes Pol Rama menambahkan, “Bahkan, di era digital opini publik dibentuk tanpa didasari fakta dan ada kecenderungan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menambah konten sebagai upaya memengaruhi persepsi masyarakat.” Fase ini menuntut adanya penguatan komunitas yang mampu menjadi filter informasi.

Apresiasi juga disampaikan Kombes Pol Rama kepada Komunitas Banyuwangi Positive atas konsistensinya dalam menjaga ruang digital tetap kondusif. Kombes Pol Rama menyampaikan, “Saya mengapresiasi kegiatan tersebut, karena semua pihak semakin dewasa dalam bermedia, dan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam membangun media yang positif.”

Ruang digital yang bersih diyakini berpengaruh besar terhadap stabilitas sosial dan kepastian investasi. Banyuwangi dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki laju investasi cukup tinggi. Beberapa perusahaan besar telah beroperasi, termasuk PT Inka, Pabrik Gula Glenmore, dan PT Bumi Suksesindo (PT BSI). Dengan adanya pertahanan informasi yang kuat, iklim investasi diharapkan semakin stabil karena publik memperoleh informasi yang akurat dan tidak terpengaruh hoaks.

Kombes Pol Rama Samtama Putra menegaskan agar masyarakat terus menjaga kualitas konten digital. Sambungnya, “Dan sebaliknya, apabila ada konten negatif dan informasi tidak benar atau hoaks, kami berharap Komunitas Banyuwangi Positive untuk tetap komitmen menghadirkan narasi positif.” Pesan ini menjadi fondasi penting agar seluruh elemen masyarakat terlibat dalam menjaga ruang digital.

Baca juga: Penggiat Literasi Digital Yogyakarta Ajak Anak Muda Lawan Hoaks

Kegiatan Media Gathering Banyuwangi Positive terselenggara atas dukungan Pemkab Banyuwangi, Polresta Banyuwangi, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, dan beberapa pihak lainnya. PT BSI menjadi salah satu pendukung utama yang turut memberikan paparan mengenai peran perusahaan dalam pembangunan sosial melalui program PPM. Manager External Affair PT BSI, Iwa Muliawan, mengatakan bahwa program tersebut difokuskan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di ring satu.

Iwa juga mengungkapkan bahwa isu yang paling banyak dibicarakan publik adalah aktivitas tambang ilegal di sekitar area pengembangan tambang. Padahal, PT BSI telah mengantongi izin resmi. Penjelasan tersebut dilanjutkan oleh Wahyu Dwi Hadmojo selaku ADM Banyuwangi Selatan. Wahyu menambahkan, “Setelah diterbitkannya SK dari Menteri Kehutanan, pengelolaan sudah bukan lagi di bawah Perhutani, tapi kini pengelolaan PT BSI.”

Acara diakhiri dengan pembagian penghargaan untuk narasumber dan sesi kuis berhadiah door prize. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pertahanan informasi di Banyuwangi semakin diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor dalam menghadang hoaks.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Restabanyuwangi.jatim.polri.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU