INDOZONE.ID - Ketua Umum PPP sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, mendapat doa khusus dari Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Az-Zawiyah, Syekh Ihyan Badruzaman saat melakukan silaturahmi ke pesantren tersebut.
Dukungan spiritual itu dinilai sebagai bentuk kepercayaan dan kedekatan ulama terhadap peran Mardiono dalam menjalankan amanah yang diembannya saat ini.
Syekh Ihyan mengatakan, bahwa Mardiono mengemban tanggung jawab besar, baik sebagai pimpinan partai maupun sebagai pejabat negara.
“Pak Mardiono itu ketum PPP, tugasnya berat. Dia harus dikawal. Kami akan kawal dalam sisi spiritual dan kerohanian. Bagaimana beliau memimpin dengan prinsip keadilan. Kami akan terus mendoakan beliau,” kata Syekh Ihyan Badruzaman, Jumat (21/11/2025).
Baca juga: Respons Cepat Kasus Pengeroyokan Pemuda di Bekasi, Resmob Polda Metro Gulung 5 Pelaku
Syekh Ihyan menyatakan bahwa jamaah Az-Zawiyah yang rutin melaksanakan wirid tiap Jumat akan mengkhususkan doa bagi keselamatan, kekuatan, serta keberhasilan Mardiono dalam menjalankan tugasnya.
“Dengan jamaah yang sekian banyak, wirid Jumat kami mudah-mudahan dikhususkan untuk beliau. Untuk kemampuan, kekuatan, dan rahmat Allah,” tambahnya.
Sementara, Mardiono mengungkapkan bahwa silaturahmi ini sebenarnya sudah lama direncanakan. Ia merasa terhormat mendapat perhatian dan dukungan dari pimpinan tarekat serta seluruh jamaah Az-Zawiyah.
“Alhamdulillah saya bisa bersilaturahmi hari ini. Silaturahmi ini memang sudah direncanakan sejak lama dan Alhamdulillah hari ini dapat terlaksana bertemu pimpinan Ponpes, para kiai, santri, dan jamaah di sini,” ungkapnya.
Baca juga: Tindak Lanjuti Aduan Warga, Polisi Razia Debt Collector di Jakarta Barat
Bagi Mardiono, doa ulama adalah kekuatan moral yang sangat dibutuhkan dalam melaksanakan amanah saat ini.
“Doa para kiai adalah energi bagi saya. Amanah yang saya emban tidak ringan dan dukungan spiritual seperti ini menjadi kekuatan yang meneguhkan langkah saya dalam mengabdi kepada umat dan bangsa,” ujar Mardiono.
Pertemuan tersebut menciptakan suasana hangat, memperlihatkan hubungan erat antara ulama dan negara. Dukungan spiritual dari pesantren, terutama yang memiliki jamaah besar dan aktivitas rutin wirid, dianggap sebagai energi kebangsaan yang memperkuat langkah, termasuk dalam agenda ketahanan pangan dan pembangunan nasional.
“Ulama selalu berada di garda depan dalam memberi bimbingan kepada umat. Saya bersyukur dan sangat menghargai doa yang diberikan. Ini menjadi pengingat bahwa tugas harus dijalankan dengan kejujuran, keberanian, dan keberkahan,” tambahnya.
Adapun kegiatan kali ini turut dihadiri oleh sekitar 3.000 peserta yang terdiri dari kiai, santri, dan jamaah. Melalui doa dan dukungan moral dari para kiai, Mardiono dinilai mendapatkan landasan spiritual yang penting untuk menjalankan tugas dalam pemerintahan dan politik.
Pada kunjungan ke Garut, Mardiono juga menyempatkan untuk ziarah ke makam pejuang kemerdekaan dari Garut yang juga pengasuh Pesantren Al-Falah Biru sekaligus tokoh Tarekat yaitu Syekh Badruzzaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara