Hadir di Indonesia Punya Kamu, Wali Kota Respati Ardi Ungkap Bakal Anggarkan Psikolog Gratis untuk Warga Solo
INDOZONE.ID - Walikota Solo, Respati Ardi ungkap akan menghadirkan sebanyak 12 miliar psikolog kritis gratis untuk warga solo. Sebab, belakangan ini masalah kesehatan mental tengah menjadi sorotan bagi sebagaian masyarakat Indonesia, khususnya warga Solo.
Diketahui, beberapa waktu lalu, masyarakat kota Solo diramaikan dengan kasus mahasiswa bunuh diri di jembatan Bengawan Solo karena depresi dan juga kasus mahasiswa UIN Surakarta yang meninggal dunia usai melompat dari lantai 4 gedung laboratorium UIN Surakarta.
Sehingga masalah kesehatan mental menjadi sorotan Respati Ardi saat ini, yang menurutnya bahwa generasi muda sekarang membutuhkan pembibingan kesehatan mental dan hal itu memicu pemerintah kota Solo untuk mengadakan 12 miliar psikolog klinis gratis untuk warga Soloraya. Hal itu, ia ungkapkan dalam acara 'Indonesia Punya Kamu' yang digelar di Auditorium UNS pada Kamis (13/11/2025)
Ia menegaskan bahwa ia tidak ada masalah dengan generasi muda saat ini yang mendapatkan informasi serba cepat di era digitalisasi saat ini, namun menurutnya banyak anak muda saat ini yang membutuhkan ketahanan mental.
Baca juga: Diperiksa Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Dicecar 134 Pertanyaan, Rismon 157
"Saya tidak menyalahkan generasi sekarang, tapi yang dibutuhkan generasi sekarang adalah ketahanan mental dan mental issue menjadi penting. Di kota Solo, tahun depan kita akan menganggarkan 12 miliar khusus psikolog klinis gratis untuk masyarakat kota Solo, yang harapannya yang saya lihat temen-temen dan anak-anak SMA hingga kuliah masuk psikiater, namun sekarang anak-anak kita ternyata sangat membutuhkan itu," ujar Respati Ardi dalam pernyataannya di hadapan mahasiswa UNS dalam event 'Indonesia Punya Kamu'.
"Tapi ada program kalau di Solo ada posyandu plus, yang plusnya itu adalah tempat psikolog klinis-klinis gratis di posyandu tempat yang mengadu desa Batur, di Kota Surakarta pasti semua aduan-aduan sudah terlayani dengan baik, dengan cepat, dan sekarang ada tempat spot wisata menarik yaitu wisata tapi wisata negatif yaitu wisata bunuh diri di jembatan, ini kreatif karena mental broken yang paling baik," tutur pria berusia 37 tahun tersebut memaparkan.
Tak dipungkiri, banyak masyarakat, khususnya anak muda di Kota Solo yang mengalami masalah kesehatan mental, sehingga menurut Respati kesehatan mental sangatlah penting untuk saat ini.
Selain membahas soal kesehatan mental, Respati Ardi juga membahas investasi sosial dan menyebut bahwa generasi muda saat ini menunjukkan eksistensi dan aktualisasinya di melalui media sosial, yang mana profit atau pembuktian diri melalui media sosial tidak melalui tatap muka.
Baca juga: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Minta Gen Z untuk Berani Berproses Jika Ingin Sukses
"Teman-teman untuk menyingkat waktu, dan saya tadi banyak Pak Menteri disampaikan disini dari mahasiswa, masyarakat dan dari teman-teman banyak dikatakan dibelakang ditanya malu-malu, ditanya nggak confidence dan lain-lain. Ini jadi penting karena apa eksistensi, aktualisasi diri dari teman-teman dari media sosial," ujar Respati melanjutkan pidatonya.
"Profit atau pembuktian diri melalui media sosial, tidak melalui tatap muka, saya pastikan teman-teman yang hadir disini followermu tidak menjenguk ketika kamu sakit, followersmu ketika kamu susah nggak mungkin perhatian sama kamu, dan mohon maaf ketika kamu meninggal followermu tidak akan melayat," tuturnya lagi.
Namun, menurut Respati Ardi bahwa investasi sosial sesungguhnya adalah sahabat, tetangga, keluarga dan juga sanak saudara.
Baca juga: Hadiri Acara 'Indonesia Punya Kamu', CEO Big Alpha Kasih Tips Kelola Gaji Pertama Bekerja
"Tapi, teman-teman, tetangga, sanak saudara dan teman-teman yang hadir disini adalah investasi masa depan, investasi sosial yang harus kalian pegang bukan followers," ujar politisi Gerindra tersebut.
Respati Ardi juga sependapat dengan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bahwa untuk mencapai kesuksesan tidak bisa instan, melainkan membutuhkan proses dan juga kerja keras. Oleh karena itu, Respati menyarankan anak-anak muda untuk mencari mentor untuk bisa berkarier dengan baik.
Jelang mengakhiri pidatonya, Respati Ardi juga memuji kinerja Kementerian Pertanian yang mampu mencetak sejarah dalam hal swasembada pangan di Indonesia, yang mana hal itu juga berkat bantuan dari Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan