Rabu, 08 OKTOBER 2025 • 13:20 WIB

BGN akan Hentikan Sementara SPPG yang Belum Penuhi Standar Program MBG

Author

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan arahanya dalam rapat koordinasi pelaksanaan MBG wilayah Jawa Tengah dan DIY. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

INDOZONE.ID - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, menegaskan pihaknya akan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi prosedur standar operasional (SOP) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Untuk SPPG yang mengalami masalah, kita akan hentikan sementara sampai dievaluasi, sampai dimitigasi, dan kemudian setelah semua sesuai dengan SOP, maka kami akan izinkan lagi,” kata Dadan di Surabaya, Jawa Timur, dikutip Rabu (8/10/2025).

Dadan menegaskan seluruh SPPG yang telah beroperasi wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan di masing-masing daerah.

Menurutnya, SPPG hanya dapat beroperasi setelah mengantongi SLHS. Apabila belum memiliki sertifikat tersebut, maka unit layanan gizi tidak diperkenankan melanjutkan kegiatan distribusi makanan.

Baca juga: Tinjau Lokasi MBG di Sleman, Istana Targetkan 15 Juta Penerima Manfaat Selama Tahun 2025

“SPPG bisa beroperasi jika sudah memiliki sertifikat SLHS, dan jika belum, mereka tidak bisa beroperasi,” tegasnya.

Langkah ini, kata Dadan, merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa seluruh layanan makan bergizi bagi anak-anak dan masyarakat dilakukan sesuai dengan standar keamanan pangan dan kebersihan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa proses penerbitan sertifikat SLHS kini lebih mudah dan cepat, karena kewenangan penerbitannya telah dilimpahkan ke pemerintah daerah.

“Hari ini sudah mendapatkan kemudahan, yang semula oleh Kementerian Kesehatan, sekarang kewenangannya sudah ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota,” kata Khofifah.

Ia juga mengimbau agar seluruh pengelola SPPG proaktif berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk mempercepat proses sertifikasi dan memastikan kegiatan berjalan sesuai standar.

Mendukung Cita-cita Indonesia Emas 2045

Khofifah berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan gizi nasional serta mendukung visi Indonesia Emas 2045, yang menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul.

Baca juga: Pemerintah Terapkan 3 Sertifikasi Cegah Kasus Keracunan MBG

“Cita-cita besar Pak Presiden untuk penguatan gizi dan SDM menjemput Indonesia Emas 2045 bisa tercapai, karena fasilitasi melalui MBG ini bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Melalui penguatan SOP dan sinergi lintas sektor, BGN bersama pemerintah daerah berkomitmen memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis berjalan dengan aman, sehat, dan sesuai standar nasional.

Dadan menegaskan evaluasi terhadap seluruh SPPG akan dilakukan secara berkala untuk menjamin kualitas makanan, kebersihan dapur produksi, dan keamanan penerima manfaat.

“Pemerintah akan memastikan setiap unsur dalam program ini berjalan sesuai standar agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU