INDOZONE.ID - Wali murid SD Muhammadiyah 1 Ketelan Kota Solo menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan diterapkan di sekolahnya.
Maraknya kasus keracunan MBG di berbagai daerah membuat mereka khawatir. Para wali murid pun lebih memilih makan siswa dikelola oleh kantin sehat sekolah yang sudah berlangsung sejak 10 tahun.
Cici, salah satu orang tua siswa, mengapresiasi dan mendukung program pemerintah. Namun ia khawatir dengan keselamatan anaknya.
"Dengan banyak kejadian (keracunan) hampir dari beberapa daerah," ujar salah satu orang tua siswa, Cici, Rabu (1/10/2025).
Baca juga: Begini Kondisi Terkini Puluhan Siswa SD di Jaktim Pasca Keracunan MBG
Para orang tua berharap agar pemerintah memberikan keleluasaan kepada pihak sekolah. Dengan begitu, kantin sekolah bisa diberi kewenangan mengelola makanan yang akan diberikan ke anak-anak.
SD Muhammadiyah 1 Solo sudah mempunyai kantin yang selama 10 tahun terakhir mengelola makanan bergizi untuk para siswa.
"Alhamdulillah, kantin di sini merupakan kantin yang bersih dan insya allah berkualitas juga dari segi makanan," katanya.
Selama ini, lanjut dia, tidak pernah ada masalah muncul dari makanan yang disediakan kantin. Alhasil, orang tua mempercayakan asupan makanan anaknya kepada pihak kantin.
Baca juga: Hasil Serap Aspirasi Bareng DPRD DKI, Gubernur Jakarta Resmikan Taman Bugar di Kebon Jeruk
"Anak saya tiga sekolah di sini, tapi satu sudah lulus dan tidak pernah ada masalah," ungkap dia.
Orang tua pun tidak keberatan harus membayar Rp 10 ribu untuk makan bergizi anaknya yang disediakan kantin. Bagi mereka, yang paling penting ialah kelayakan makanan yang diberikan.
"Jadi dari segi kesehatan, kualitas, kebersihan makanan dan semuanya. Insya allah, kami dari orang tua akan selalu mendukung SD Muhammadiyah 1," sambung dia.
Sementara itu Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti mengatakan prinsipnya SD Muhammadiyah 1 akan mendukung program-program pemerintah.
Hanya saja, SD Muhammadiyah 1 berharap program pemerintah bisa dikolaborasikan dengan program yang sudah lebih dulu berjalan di sekolah.
Baca juga: DPR Pelajari Putusan MK soal Tapera, Dasco: Sudah Minta Kajian ke Badan Keahlian
"Karena pada kenyataannya melihat kondisi di lapangan sekarang ini banyak wali siswa kami yang merasa khawatir, cemas kalau kemudian anak-anaknya mengalami kejadian (keracunan) yang serupa," paparnya.
SD Muhammadiyah 1 seharusnya mulai kebagian jatah MBG per hari ini, Rabu (1/10/2025). Namun, pihak sekolah meminta implementasinya ditunda. Sekolah masih berharap kebijakan pemerintah terkait progam ini di SD Muhammadiyah 1.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan