Kebakaran Hebat Taman Sari: 316 KK Terdampak, Gubernur Pramono Pastikan Semua Selamat Termasuk 12 Kucing!
INDOZONE.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung lokasi kebakaran yang terjadi di Jalan Tangki, Gang Langgar, Kelurahan Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Kebakaran yang berlangsung pada Minggu (28/9) pukul 10.00 WIB tersebut baru berhasil dipadamkan pada malam harinya sekitar pukul 22.50 WIB setelah dikerahkan 27 unit mobil pemadam dan 135 personel.
Api melalap area seluas ±8.406 meter persegi dan berdampak pada 316 kepala keluarga atau sekitar 1.256 jiwa. Meski tidak ada korban jiwa, enam warga mengalami luka ringan seperti sesak napas dan pingsan, namun seluruhnya dapat segera ditangani oleh tim medis dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan PMI.
“Alhamdulillah, kalau melihat apa yang terjadi, tidak ada korban. Ada enam orang yang pada waktu itu mengalami sesak napas, tetapi bisa tertangani dengan baik. Dan saya juga mengucapkan terima kasih terutama kepada Damkar yang telah mengerahkan 27 unit. Yang saya paling senang, semuanya terselamatkan, bahkan ada 12 ekor kucing pun ikut diselamatkan. Artinya Damkar Jakarta ini bekerja dengan baik,” ujar Gubernur Pramono saat meninjau lokasi, Selasa (30/9).
Baca juga: Kebakaran Lahap Gudang Karpet di Tanjung Priok Pagi Ini, Puluhan Damkar Diterjunkan
Warga terdampak kini mengungsi di beberapa titik, yakni Masjid Al-Muhajirin (21 KK/49 jiwa), Kantor Kelurahan Tangki (44 KK/176 jiwa), serta sebagian besar lainnya bertahan sementara di rumah kerabat sekitar. Pemprov DKI melalui Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan berupa beras, makanan siap saji, minyak goreng, biskuit, perlengkapan keluarga dan anak, hingga layanan dukungan psikososial.
Gubernur menekankan bahwa pemerintah hadir untuk membantu pemulihan, termasuk terkait rumah-rumah yang terbakar. “Yang sekarang harus ditangani adalah rumah-rumah yang terdampak. Rumah di sini sebagian adalah HGB dan SHM, yang dulu ikut program Prona tahun 2018. Saya akan mendalami ini, dan pemerintah Jakarta akan hadir untuk membantu penanganannya,” jelas Pramono.
Terkait kebutuhan khusus bagi anak balita, ia memastikan distribusi bantuan terus berlangsung. “Untuk balita yang terdampak, tadi saya sudah berkomunikasi. Sekarang sudah ada, kalau memang kemarin belum tersedia. Keluhan utama memang soal pampers, popok, dan sebagainya,” ungkapnya.
Selain itu, Pramono juga menjawab keresahan warga soal dokumen penting yang terbakar. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah memiliki arsip. “Karena ini program Prona dulu, baik itu HGB maupun SHM, pasti nanti saya minta mereka didampingi untuk urusan surat-menyurat. Semua ada arsipnya,” katanya.
Mengenai opsi relokasi, Gubernur menyerahkan sepenuhnya kepada warga dan dinas terkait. “Saya yakin kebanyakan warga masih ingin tinggal di sini, karena mereka merasa ini bagian dari keluarganya. Namun bila ada yang meminta hunian rusun, tentu akan dibicarakan lebih lanjut,” ujar Pramono.
Baca juga: Kebakaran di Parepare Renggut Dua Nyawa, Kapolres Tinjau Lokasi dan Sampaikan Belasungkawa
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memastikan program pencegahan kebakaran, seperti satu RT satu APAR, tetap berjalan. “Program itu berjalan, hanya saja dalam kondisi seperti ini, apalagi yang terbakar banyak material plastik dan angin kencang, memang sulit dikendalikan,” jelasnya.
Pramono menutup kunjungannya dengan menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta melalui seluruh perangkat daerah terkait akan terus mendampingi warga terdampak agar mereka bisa segera pulih dan bangkit kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan