Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 12:25 WIB

Uni Eropa Bakal Hapus Bea Masuk Barang Ekspor ke Indonesia Sebesar 98,5%, Bisa Hemat 600 Juta Euro

Author

Airlangga Hartarto dan Maros Sefcovic memperlihatkan dokumen selama upacara penandatanganan kesepakatan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia dan Uni Eropa di Nusa Dua, Bali, pada 23 September 2025. (REUTERS/Johannes P. Christo)

INDOZONE.ID - Indonesia dan Uni Eropa resmi menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) pada Selasa (23/9/2025) di Bali.

Kesepakatan ini lahir setelah sembilan tahun negosiasi, dengan tujuan utama memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi kedua belah pihak.

Dalam kesepakatan tersebut, Uni Eropa akan menghapus bea masuk untuk 98,5% barang ekspor mereka ke Indonesia.

Proses masuk berbagai produk Eropa, mulai dari mobil hingga makanan seperti susu bubuk, keju, daging, cokelat, dan roti, juga akan dipermudah.

Baca juga: Indonesia Desak Uni Eropa Hapus Bea Masuk Biodiesel usai Putusan WTO

Dampak Perjanjian Dagang Bagi Indonesia dan Uni Eropa

Bagi Uni Eropa, penghapusan tarif ini akan memberi penghematan hingga 600 juta euro atau sekitar Rp11,8 triliun per tahun.

Sementara itu, Indonesia akan menikmati tarif nol persen untuk 90% produk ekspornya ke pasar Uni Eropa.

Keputusan ini diharapkan mendongkrak pengiriman minyak sawit, kopi, tekstil, pakaian, hingga berbagai produk unggulan lainnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menargetkan perjanjian ini mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2027.

Baca juga: Menko Airlangga: Amerika Serikat Setujui Pembebasan Tarif Ekspor Sawit, Kakao, dan Karet Indonesia

“Ke depan, kita memasuki tahap tinjauan hukum, terjemahan, dan ratifikasi. Kami bertekad agar perjanjian ini segera bisa dijalankan,” ujar Airlangga dalam acara penandatanganan.

Airlangga optimistis nilai perdagangan Indonesia dan Uni Eropa akan berlipat ganda dalam lima tahun pertama.

Sebagai catatan, pada 2024 total perdagangan kedua pihak mencapai 30,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp502 triliun.

Kerja Sama di Bidang Energi dan Mineral

Airlangga Hartarto dan Maros Sefcovic memperlihatkan dokumen selama upacara penandatanganan kesepakatan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia dan Uni Eropa di Nusa Dua, Bali, pada 23 September 2025. (REUTERS/Johannes P. Christo)

Selain perdagangan barang, Indonesia juga sedang membangun kerja sama dengan produsen mobil Eropa dalam pengembangan baterai dan kendaraan listrik.

“Kami menantikan penguatan rantai pasok, termasuk di bidang mineral kritis, energi terbarukan, dan investasi,” tambah Airlangga.

Baca juga: Menko Airlangga Sebut 10 Persen Lulusan Baru Bisa Langsung Kerja Lewat Program Magang

Komisaris Perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic, menilai perjanjian ini akan memperkuat investasi perusahaan Eropa di Indonesia sekaligus membantu diversifikasi rantai pasok global.

Hal senada disampaikan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, yang menegaskan pentingnya kesepakatan ini untuk menjaga pasokan mineral strategis, terutama nikel dan kobalt.

Dampaknya pada Industri Sawit

Dari sisi pelaku usaha, Ketua GAPKI, Eddy Martono, menyambut positif kesepakatan perdagangan ini karena membuka akses lebih luas untuk ekspor kelapa sawit Indonesia ke Eropa.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa hambatan non-tarif masih membayangi, khususnya Peraturan Deforestasi Uni Eropa (EUDR) yang mulai berlaku akhir tahun ini.

Baca juga: Organisasi Perdagangan Dunia Dukung Indonesia dalam Sengketa Biodiesel dengan Uni Eropa

“EUDR tetap menjadi hambatan karena petani wajib membuktikan bahwa produk mereka tidak berasal dari kawasan deforestasi setelah 2020. Ini pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan,” kata Eddy.

Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia diharapkan segera menyesuaikan diri dengan regulasi baru tersebut agar manfaat perjanjian dagang ini bisa dirasakan secara maksimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU