Sabtu, 13 SEPTEMBER 2025 • 13:35 WIB

Menag: Penyuluh Agama Harus Berperan Sebagai Duta Perdamaian

Author

Menag Nasaruddin Umar menghadiri Perkemahan Penyuluh Lintas Agama yang digelar di Wira Garden Betung Utara, Bandar Lampung. (Kemenag.go.id) 

INDOZONE.ID - Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri Perkemahan Penyuluh Lintas Agama di Wira Garden Betung Utara, Bandar Lampung, Jumat (12/9/2025). 

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pesan penting kepada para penyuluh lintas agama untuk menjadi duta perdamaian sekaligus motor penggerak kerukunan bangsa.

Menurut Menag, penyuluh memiliki peran strategis tidak hanya dalam bimbingan keagamaan, tetapi juga dalam membangun persaudaraan lintas iman. 

“Kalau penyuluh bisa rukun, masyarakat pasti akan rukun,” tegasnya, sembari menekankan pentingnya penyuluh agama hadir sebagai jembatan persatuan.

Baca juga: Ragam Kisah Enam Satwa Liar di Madiun yang Diserahkan ke BBKSDA Jawa Timur

Ia menjelaskan konsep trilogi kerukunan yang mencakup tiga aspek utama: kerukunan internal antarumat beragama, kerukunan antarumat beragama, dan kerukunan dengan pemerintah. 

Bagi Nasaruddin Umar, ketiga hal ini adalah kunci untuk menciptakan suasana tenteram, aman, dan produktif.

Namun, kerukunan menurutnya tidak berhenti pada relasi sosial antaragama. Ia memperluas makna kerukunan hingga mencakup hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan lingkungan, serta hubungan dengan Tuhan. 

Dengan menjaga ketiga dimensi kerukunan ini, Indonesia akan tumbuh menjadi bangsa yang beradab dan bermartabat.

Baca juga: Dari Masjid ke Madrasah, Sabang Tumbuhkan Gerakan Ekoteologi yang Menginspirasi

Dalam kesempatan itu, Menag juga memberikan arahan khusus bagi ASN Kementerian Agama. Ia menegaskan pentingnya menjaga integritas. 

“ASN Kemenag tidak boleh meneteskan tinta hitam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya. 

Menag menekankan agar aparatur menjaga nama baik instansi, mengharumkan nama negara, dan menjadi teladan dalam menjaga persatuan.

Selain memberikan arahan, ia turut melakukan aksi simbolis berupa penanaman pohon dan pelepasan ikan di sungai. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa kerukunan juga harus diwujudkan dalam relasi dengan alam. 

Baca juga: Kementerian PANRB Gelar Uji Publik Manajemen Talenta ASN, Ini Tujuannya

Menag menyampaikan, menanam pohon dan melepas ikan bukan hanya seremoni, tetapi pesan nyata bahwa manusia harus bersahabat dengan lingkungan.

Perkemahan ini semakin semarak dengan kehadiran para penyuluh lintas agama yang tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenag.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU