Minggu, 07 SEPTEMBER 2025 • 18:20 WIB

Berpotensi Picu Banjir Rob, Warga NTB Diingatkan Waspada Fenomena Cor Moon

Author

Ilustrasi gerhana bulan. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

INDOZONE.ID - Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir rob di wilayah tersebut. 

Kepala Stasiun Meteorologi ZAM, Satria Topan Primadi mengatakan, hal ini dipicu fenomena corn moon (purnama jagung) yang mempengaruhi gravitasi bulan dan matahari terhadap air laut.

Menurutnya, peringatan dini banjir rob di pesisir Lombok dan pesisir Bima ini berlaku pada 7-13 September 2025.

"Masyarakat diimbau tetap waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang laut maksimum," ujarnya dalam pernyataan di Mataram, Minggu (7/9/2025).

Baca juga: Kerja Bakti Pasca Banjir Rob: Mahasiswa KKNT UNDIP Bersihkan Lingkungan Kelurahan di Kecamatab Bandengan Pekalongan Utara

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG di Lembar, Lombok Barat, disebutkan bahwa arah angin datang dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan 5 sampai 20 Knots.  

Tinggi gelombang laut sekitar 4-6 meter dengan pasang maksimum lebih dari 1,8 meter. Waktu pasang berlangsung mulai pukul 01.00 sampai 12.00 WITA.  

Sedangkan prakiraan cuaca di Sape, Kabupaten Bima, dilaporkan angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan serupa 5-20 Knots.  

Tinggi gelombang laut di perairan Bima 1,25 sampai 2,5 meter dengan pasang maksim lebih dari 1,9 meter. Adapun waktu pasang terjadi pada pukul 01.00 hingga 14.00 WITA.

Baca juga: 6 Pesisir di Maluku Berpotensi Kena Banjir Rob

Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob adalah Pulau Lombok meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok. Kemudian, Pulau Sumbawa meliputi pesisir Sumbawa, Labuhan Badas, Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.  

Fase purnama pada September 2025 yang mendapat julukan Corn Moon terjadi lantaran periode ini merupakan akhir musim panas hingga awal musim gugur yang bersamaan dengan waktu panen jagung di sebagian besar wilayah utara Amerika Serikat.  

Fase purnama yang terjadi kali ini dibarengi gerhana bulan total yang bisa dilihat dari wilayah Afrika, Eropa, Asia, dan Australia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU