INDOZONE.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengajak seluruh warga menjaga fasilitas umum dan memulihkan kota melalui kegiatan Gotong Royong Kolaboratif Gerak Cepat Jaga Jakarta yang berlangsung di kawasan Simpang Senen, Jakarta Pusat, Senin (1/9).
Kegiatan ini melibatkan 215 peserta dari berbagai unsur masyarakat, antara lain 75 personel PPSU, 50 pengemudi ojek online, 50 pedagang PD Pasar Jaya, 25 pelajar, serta 15 anggota komunitas alumni STM (SIKAPI). Aksi kerja bakti difokuskan di Halte Senen Sentral, Halte Senen Toyota Rangga, dan kaki Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
“Sebetulnya bukan hari ini kita mulai gotong royong. Dari hari Sabtu kita sudah gotong royong. Cuma artinya, memang ini adalah gerakan serentak yang kita lakukan. Setelah ini, Forkopimda akan rapat, dan seluruh wali kota bekerja sama melakukan bersih-bersih Jakarta,” kata Rano dalam keterangannya di lokasi.
Baca juga: Poin-Poin Pernyataan Presiden Prabowo: Minta Rakyat Tetap Tenang, Jangan Mau Diadu Domba
Rano menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, termasuk pengemudi ojol, pelajar, dan pedagang. Ia berharap aktivitas perekonomian di kawasan Senen dapat segera pulih. “Mudah-mudahan dalam minggu ini Atrium Senen bisa buka. Karena Jakarta harus hidup. Jakarta harus menghidupkan masyarakatnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rano menegaskan bahwa Pemprov DKI mendukung setiap aspirasi warga, tetapi meminta agar fasilitas publik tidak dirusak. “Silakan kalau ada yang mau menyampaikan protes atau unek-unek, kami tunggu. Tapi saya berharap fasilitas jangan dirusak. Yang rugi kita semua, bukan hanya biaya, tapi juga waktu,” tegasnya.
Sebagai langkah pemulihan, layanan Transjakarta dan MRT digratiskan selama satu pekan ke depan. “Insya Allah semua transportasi Jakarta, terutama busway dan MRT, selama satu minggu ini kita gratiskan. Cuma naik ojol tetap bayar,” ucap Rano.
Wagub juga menyinggung pembangunan MRT yang sedang berlangsung hingga 2029. Ia mengingatkan pentingnya perawatan fasilitas. “Merawat itu jauh lebih susah daripada membangun. Jadi, mari kita rawat bersama fasilitas kota ini,” jelasnya.
Sementara itu, Pemprov DKI juga memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sementara di sekolah-sekolah yang berada di lingkungan rawan. “Mudah-mudahan hari Rabu sudah normal kembali,” katanya.
Baca juga: Presiden Prabowo Tegaskan Aspirasi Rakyat Didengar, Tindakan Anarki Akan Ditindak Tegas
Rano menambahkan bahwa kerugian akibat kerusuhan belum dihitung secara rinci, karena prioritas utama pemerintah adalah kenyamanan warga. Ia juga menekankan bahwa keterbatasan aparat keamanan membuat partisipasi masyarakat menjadi penting. “Mari kita kabarkan: jaga Jakarta, jaga Indonesia yang kita cintai. Karena tugas kita tidak ringan, apalagi menghadapi situasi ekonomi dunia. Tapi mari kita bergotong royong,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung