INDOZONE.ID - Sebanyak 53 titik terpantau mengalami cuaca panas di berbagai wilayah Provinsi Aceh pada periode Sabtu. Informasi ini disampaikan oleh Prakirawan BMKG Aceh, Betsi.
Betsi menyebutkan beberapa dari titik panas tersebut terdeteksi di wilayah tengah Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues, yang dikenal dengan kekayaan hutan dan lahan pertanian rakyat.
"Untuk wilayah Aceh Tengah, titik panas terpantau di beberapa kecamatan yang meliputi Kecamatan Bintang, Celala, Lut Tawar, dan Linge.
Sementara itu, di Kabupaten Bener Meriah terdeteksi di Kecamatan Pintu Rime Gayo.
Di Gayo Lues, titik panas muncul di wilayah Blang Kejeren, Rikit Gaib, dan Terangon," ujar Betsi kepada Indozone saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin (7/7/2025).
Baca juga: 5 Bulan Dilanda Kemarau, Pemkab dan Warga di Kabupaten Bone Salat Istisqa Meminta Hujan
Kemunculan titik panas ini menjadi indikasi awal potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski BMKG belum memastikan seluruhnya merupakan kebakaran aktif.
Namun demikian, masyarakat dan aparat terkait diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengelola lahan secara aman.
"Musim kemarau yang mulai menguat disertai dengan aktivitas pembakaran terbuka dapat memperparah potensi karhutla.
Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan jika melihat kepulan asap atau indikasi kebakaran di wilayahnya," tegas Betsi.
Baca juga: BMKG: Proyeksi Musim Kemarau di Indonesia, Potensi Suhu Panas dan Hujan Lebat Tetap Tinggi
Pihak BMKG juga akan terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan suhu permukaan di wilayah Aceh.
Diharapkan koordinasi lintas sektor dapat memperkuat upaya mitigasi, khususnya di daerah-daerah rawan kebakaran.
Program Info Cuaca PRO 1 RRI Takengon akan terus menghadirkan informasi terbaru seputar prakiraan cuaca, titik panas, dan kondisi iklim lainnya, guna membantu masyarakat tetap waspada dan sigap menghadapi dinamika cuaca di wilayah dataran tinggi Gayo dan sekitarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara Daring