INDOZONE.ID - Proses autopsi jasad pendaki Brasil, Juliana Marins (26), yang tewas usai terjatuh di Gunung Rinjani, NTB, sudah keluar.
Hasilnya menyebutkan korban menderita patah tulang hingga luka dalam yang menyebabkan kematian setelah 20 menit usai terjatuh.
"Kami melakukan pemeriksaan luar kemudian autopsi. Nah dari hasilnya kita memang menemukan adanya luka-luka pada seluruh tubuh dari pada korban terutama yang ada adalah luka lecet geser yang menandakan bahwa korban itu memang tergeser dengan benda-benda tumpul," kata salah satu tim dokter forensik, Ida Bagus Putu Atit, dikutip pada Sabtu (18/6/2025).
"Kemudian, kita juga menemukan adanya patah-patah tulang terutama di daerah dada bagian belakang juga tulang punggung dan paha," kata Ida.
Cedera patah tulang ini rupanya cukup berdampak fatal terhadap tubuh korban. Pasalnya, patah tulang mengakibatkan adanya luka pada bagian dalam organ tubuh korban.
Baca juga: Terperosok di Puncak Gunung Muria, Pendaki Cantik Ditemukan Tewas
"Dari patah-patah tulang inilah terjadi kerusakan pada organ-organ dalam serta pendarahan sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa sebab kematian itu karena kekerasan pukul yang menyebabkan kerusakan organ-organ dalam dan pendarahan," paparnya.
Sementara itu, hasil autopsi menyebutkan, waktu kematian korban dalam kategori cepat akibat luka-luka yang diderita.
"Jadi, kata segera memang relatif ya. Jadi kalau kita perkirakan itu tidak lebih dari 20 menit setelah trauma terjadi," kata Ida.
Lebih jauh, Ida membeberkan luka terparah yang diderita korban hingga menyebabkan kematian. Luka tersebut ada pada bagian punggung korban.
"Yang di punggung paling, apa namanya, yang paling besar. Ya karena memang ini kan terjadi dalam jangka waktu yang sama ya. Jelas ini akan terjadi sumasi. Jadi artinya gabungan dari pada pengaruh kekerasan tersebut, tetapi yang paling parah itu adalah di daerah punggung," jelasnya.
Diketahui, pendaki wanita asal Brasil bernama Juliana ditemukan dalam kondisi tewas. Korban diduga terjatuh saat menjalani pendakian di Gunung Rinjani. Sebelumnya, ia melakukan pendakian bersama rombongan beserta pemandu wisata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan