Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 30 JANUARI 2025 • 18:17 WIB

Mengintip Sakralnya Prosesi Labuhan Tingalan Jumenengan Dalem ke-36 di Pantai Parangkusumo

Mengintip Sakralnya Prosesi Labuhan Tingalan Jumenengan Dalem ke-36 di Pantai ParangkusumoMomen Labuhan Parangkusumo atau penutup rangkaian peringatan 36 tahun Tingalan Jumenengan Dalem (Ulang Tahun Kenaikan Takhta) Sri Sultan Hamengku Buwono X

INDOZONE.ID - Keraton Yogyakarta menggelar Labuhan di Pantai Parangkusumo, Kretek, Bantul pada Kamis 30 Januari 2025 sebagai penutup rangkaian peringatan 36 tahun Tingalan Jumenengan Dalem (Ulang Tahun Kenaikan Takhta) Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Carik Kawedanan Perintah Ageng Keraton Yogyakarta, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Wijoyo Pamungkas mengatakan selain labuhan di Pantai Parangkusumo gelaran Hajad Dalem juga digelar di Gunung Merapi dan Gunung Lawu pada waktu bersamaan.

"Hari ini ada tiga tempat untuk labuhan yaitu di Samudra, kedua pegunungan. Masing-masing tempat itu yakni di tempat pemancingan ini (daerah Parangkusumo - Parangkusuma), kedua itu di Gunung Merapi, ketiga di Gunung Lawu. Nah saya yang didawuhi untuk memimpin disini," kata Carik Kawedanan Perintah Ageng Keraton Yogyakarta, Krt Wijoyo Pamungkas kepada wartawan usai acara.

Kegiatan labuhan ini merupakan rutinitas setiap tahun yang jatuh pada bulan ruwah. Kegiatan ini juga mengawali menjelang bulan puasa dan sebagai tanda rasa syukur keraton serta untuk mendoakan keselamatan raja, rakyat, dan leluhur.

"Labuhan itu kan suatu bentuk hajatan-hajatan dalam rangka merasa syukur. didalam hajad dalem ini memang suatu bentuk keikhlasan seorang raja terhadap Tuhan Yang Maha Esa," jelasnya.

Krt Wijoyo Pamungkas menuturkan, pemilihan lokasi labuhan itu tidak bisa dilakukan sembarang tempat. Artinya, lokasi labuhannya sudah ditentukan oleh Keraton diantaranya bisa di samudra, bisa sungai, dan gunung.

"Di dalam Hajad Dalem ini memang merupakan suatu bentuk keikhlasan seorang raja terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena istilahnya untuk membuang tadi itu yang dibuang bukan ke sembarang membuang ditempat tapi (tempatnya) sudah ditentukkan," ucapnya.

Alasan lokasi pantai itu menjadi salah satu lokasi labuhan Keraton Yogyakarta, kata dia menjelaskan bahwa di lokasi inilah terjadi pertemuan antara Panembahan Senopati dengan Kanjeng Ratu Kidul.

"Karena tempat lambuhan itu kan disesuaikan dengan sejarah berdirinya kerajaan Kraton Yogyakarta Hadiningrat. Nah kalau di Parangkusumo ini merupakan pertemuan antara Panembahan Senopati dengan Kanjeng Ratu Kidul," jelasnya.

Sementara di Gunung Merapi itu, lanjut dia menyebut merupakan tempat perpindahan abdi dalem yang namanya eyang sapu jagad yang menunggu/kersa di Gunung Merapi itu

"Kalau di Gunung Lawu itu tempat muksonya Brawijaya. Karena menurut sejarah Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini masih ada cedak turun dari Brawijaya," imbuhnya.

Mengintip Sakralnya Prosesi Labuhan Tingalan Jumenengan Dalem ke-36 di Pantai Parangkusumo

Labuhan ini, ada 30 macam ubarampe (perlengkapan) yang dilabuh sebelumnya telah diinapkan semalam di Bangsal Srimanganti dibawa dari Keraton Yogyakarta. Setelah itu, ubarampe tersebut diserahkan kepada para Abdi Dalem yang bertugas untuk menuju Pantai Parangkusumo.

"Adapun urutan Hajad Dalem ini dimulai nyadong...dan dilepas jam 08.00 WIB tadi. Ada 30 ubarampe yang dilabuh antara lain ada Semekan Gadhung Melati, Semekan Banguntulak, Semekan dringin, Kenaka Dalem, Rikma Dalem, ada Dhestar, juga ada celana panjang dan celana pendek, Lisah Konyoh, hingga Yatra Tindhih,"katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengintip Sakralnya Prosesi Labuhan Tingalan Jumenengan Dalem ke-36 di Pantai Parangkusumo

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!