Ilustrasi perundungan. (Pixabay.com)
INDOZONE.ID - Bocah kelas 6 SD berinisial MJF (12) asal Kecamatan Semboro, Jember, diduga menjadi korban bullying (perundungan) oleh 20 siswa SMP-SMA.
Menurut Kakak Sepupu Korban berinisial TK, adiknya itu diduga menjadi korban bullying. Dengan cara dicekoi pil koplo yang dicampur ke dalam minuman es teh yang diminum korban.
Saat korban tidak sadar, kata TK, sebanyak 20 siswa SMP-SMA itu kemudian melakukan tindakan menginjak-injak korban dan ditenggelamkan di aliran irigasi, dengan maksud untuk membuat korban sadar.
Kejadian terkait dugaan perundungan itu, menurut TK, berawal dari kegiatan yang berlangsung sejak Sabtu malam (18/1/2025) kemarin.
Baca Juga: Polisi Periksa Orang Tua dan Korban Bullying di SMAN 70 Jaksel
"Kalau kejadiannya itu, sejak Malam Minggu mereka awalnya ketemuan bakar-bakar gitu. Sampai pukul 3 Subuh. Setelah itu mereka pulang. Kebetulan si korban ini masih SD. Tapi berteman sama anak yang gede-gede, anak SMP, SMA gitu, nggak mau berteman sama anak yang sepantaran," kata TK saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (21/1/2025).
Kemudian keesokan harinya, Minggu (19/1/2025) kemarin, korban izin kepada ibunya untuk berenang dengan teman-temannya.
"Bilangnya izin mau berenang bersama dengan teman-temannya (yang bersama Malam Minggu kemarin). Bilangnya bersama salah satu temannya, yang dikenal baik oleh ibunya. Kemudian mendapat izin itu. Berangkat pukul 7 pagi," jelasnya.
Namun ditunggu sampai pukul 3 sore, kata TK, korban belum pulang ke rumahnya. Selanjutnya, ibu korban bersama kakak sepupunya mencari korban, diketahui berada di dekat rumah, sekitar areal persawahan.
Baca Juga: Orang Tua Siswa SD Korban Bullying Lapor ke KPAID Jogja, Desak Kepsek dan Wali Kelas Dipecat
"Kagetnya saat itu, korban ini ternyata direndam di aliran sungai dan posisinya hanya terlihat kepalanya saja. Saat kejadian itu hujan, korban segera diselamatkan ibunya saat berada di aliran sungai itu," ulasnya.
Sontak ibu korban kaget dan marah, lanjutnya, karena mengetahui jika anak laki-lakinya itu tampak lemah dan lemas akibat mengkonsumsi pil koplo.
"Setahu ibunya, korban itu dicekoi pil koplo oleh teman-temannya. Pil koplo itu dicampur di minumannya. Saat itu banyak anak-anak umuran SMP-SMA, sekitar 20 orang. Dari kejadian itu, korban dibawa pulang untuk berganti baju. Karena kondisinya tampak tidak sadar, lemah, dan lemas. Langsung dibawa ke Puskesmas," ulasnya.
Terkait kejadian korban yang diduga mengalami perundungan dan sampai dicekoi pil koplo. Lebih lanjut kata TK, berawal dari informasi pengakuan salah satu teman korban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung