Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 15 OKTOBER 2024 • 16:20 WIB

Polresta Yogyakarta Ringkus 13 Pengedar Narkoba, Paling Banyak Obaya

Polresta Yogyakarta Ringkus 13 Pengedar Narkoba, Paling Banyak ObayaPolresta Yogyakarta Ringkus 13 Pelaku Pengedar Narkoba, Senin (14/10/2024)

INDOZONE.ID - Polresta Yogyakarta telah meringkus 13 pelaku penyalahgunaan narkoba, yang ditangkap pada periode pertengahan September hingga awal Oktober.

Dari 13 pelaku tersebut, semuanya adalah pengedar narkoba.

“Dari beberapa tersangka yang diamankan, dia tidak mengonsumsi obaya, dia hanya menjual,” kata Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya, Senin (14/10/2024) di Mapolresta Yogyakarta.

Sebanyak 13 pelaku ditangkap oleh Satresnarkoba Polresta Yogyakarta. Para pelaku adalah ERP (20), IGS (20), SAN (20), ERG (20), IA (21), FA (22), OI (26), BHS (28), AN (29), F (32), E (39), ABS (39), EK (43).

Baca Juga: Laboratorium Sinte di Cluster Mewah Bekasi Digerebek, 1 Koki Narkoba Ditangkap!

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita 1,6 gram sabu, 19 gram ganja, tembakau sintetis seberat 0,6 gram, dan obat-obatan berbahaya sebanyak 46.488 butir.

Polresta Yogyakarta Ringkus 13 Pengedar Narkoba, Paling Banyak Obaya

"Pemberantasan obaya menjadi atensi polisi. Selain harganya yang murah, pemasarannya juga terlalu mudah sehingga gampang untuk mendapatkan barang haram tersebut," ujar Aditya.

Kasatresnarkoba Polresta Yogyakarta, AKP Ardiansyah Rolindo Saputra, mengungkapkan bahwa sebagian besar narkoba yang beredar di wilayah Kota Yogyakarta berasal dari daerah Jawa Tengah, terutama Magelang, Semarang, dan Klaten.

Baca Juga: Polresta Yogyakarta Ringkus 8 Pria Tersangka Penyalahgunaan Narkoba, Paling Banyak Obaya Lebih dari 22 Butir

Hal itu diketahui dari proses pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba, yang terjadi di wilayah Kota Yogyakarta.

“Penangkapan selalu banyak barang buktinya tidak ada di Jogja. Daerah paling banyak di Jateng, seperti Magelang, Semarang, dan Klaten,” ungkapnya.

Mayoritas motif utama penyalahgunaan narkoba di Kota Yogyakarta tersebut bukan karena kecanduan, melainkan karena kebutuhan ekonomi.

“Candu bukan faktor utama. Lebih sering karena kebutuhan ekonomi. Itu penyebabnya apa, yang paling sering kita tanyakan (ke para pelaku),” ujar Ardiansyah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Polresta Yogyakarta Ringkus 13 Pengedar Narkoba, Paling Banyak Obaya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!