Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 20 SEPTEMBER 2024 • 10:10 WIB

Unras Pertanyakan Upah Buruh Perkebunan dan 3 Direksi Tidak Profesional, Gerbang Besi Pendapa Bupati Ambruk

Unras Pertanyakan Upah Buruh Perkebunan dan 3 Direksi Tidak Profesional, Gerbang Besi Pendapa Bupati AmbrukRatusan Buruh Perkebunan unjuk rasa pertanyakan Kenaikan UMK dan Profesionalisme Direksi.sehingga robohkan pagar. (Z Creators/Arka Hatta)

INDOZONE.ID - Kurang lebih 250 buruh dari lima kebun wilayah Perumda Perkebunan Kahyangan Jember. Menggelar aksi unjuk rasa di dua titik.

Dimulai dari aksi yang dilakukan di depan Kantor Perumda Perkebunan Kahyangan Jember dan dilanjutkan di Depan Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, Rabu (18/9/2024).

Sebanyak dua ratus lebih buruh itu, yang berasal dari Sumberwadung, Kali mrawan, Sumber Tenggulun, Sumber Pandan, dan Sumber Pasang.

Mempertanyakan pernyataan Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan Jember, yang sebelumnya diberitakan menaikkan upah untuk buruh yang bekerja di perusahaan. Namun kenyataannya, menurut Korlap Aksi Hermanto hal itu tidak ada.

Baca Juga: Jadi Penghasil Produk Fesyen Ternama, Ternyata Upah Buruh Ethiopia Terendah di Dunia

Dalam aksi, saat di depan Pendapa Wahyawibawagraha Jember. Massa aksi tidak ditemui Bupati ataupun Wakil Bupati Jember.

Unras Pertanyakan Upah Buruh Perkebunan dan 3 Direksi Tidak Profesional, Gerbang Besi Pendapa Bupati AmbrukRatusan Buruh Perkebunan unjuk rasa pertanyakan Kenaikan UMK dan Profesionalisme Direksi.sehingga robohkan pagar. (Z Creators/Arka Hatta)

Sehingga sempat membuat dua ratus massa aksi beringas dan membuat roboh gerbang besi di depan pendapa tempat tinggal bupati itu.

"Yang jelas soal honor ini tidak UMK. Buruh-buruh bersatu ini untuk menanyakan kejelasan UMK, seperti yang disampaikan Direksi di berbagai media sebelumnya tahun 2024," kata Hermanto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di sela aksinya.

"Untuk honorer itu, perlu diketahui (rate-nya) hanya Rp 1,2 - 1,4 juta saja. Itu untuk buruh harian. Tapi untuk (buruh) sadapan, yang disampaikan ibu-ibu jelas. Antara Rp 300-700 ribu, mana yang (disebut) UMK?" sambungnya.

Baca Juga: Jadi Penghasil Produk Fesyen Ternama, Ternyata Upah Buruh Ethiopia Terendah di Dunia

"Terkait kondisi ini, kata Hermanto, jauh-jauh hari sebelumnya sudah disampaikan. "Tapi alasannya tidak masuk. Dia (direksi) hanya mengurus perutnya sendiri," ucapnya.

"Bukan mementingkan perut karyawannya. Intinya tidak ada realisasi menaikkan upah itu, malah yang ada tambah anjlok. Tapi kalau (disebut) ada realisasi (ada kenaikan honor), itu hanya disampaikan ke bupati. Saya tidak tahu," imbuhnya.

Terkait aksi unras yang dilakukan, lebih lanjut kata pria yang juga sebagai buruh penjaga keamanan di salah satu kebun yang dikelola Perumda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Unras Pertanyakan Upah Buruh Perkebunan dan 3 Direksi Tidak Profesional, Gerbang Besi Pendapa Bupati Ambruk

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!