Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 15 AGUSTUS 2024 • 13:29 WIB

Murid SMA di Jogja Ini Jadi Korban Lepas Jilbab untuk Calon Paskibraka di IKN, Ini Kata Pihak Sekolah

Murid SMA di Jogja Ini Jadi Korban Lepas Jilbab untuk Calon Paskibraka di IKN, Ini Kata Pihak SekolahWaka Kesiswaan SMA Negeri 8 Yogyakarta, Slamet Nugroho saat ditemui di Kantor Kepatihan Yogyakarta, Kamis (15/8/2024)

INDOZONE.ID - Seakan tak rela salah satu muridnya 'dipaksa' melepas hijab saat mengikuti kontentasi calon Paskibraka 2024 di Ibukota Negara Nusantara (IKN), Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan SMA Negeri 8 Yogyakarta Slamet Nugroho mengaku menghargai toleransi keberagaman/kepercayaan masing-masing para muridnya tersebut.

Hal ini menurutnya sesuai semboyan disekolahnya memegang prinsip nasional religius.

"Sekolah kami sebenarnya kami sangat menghargai toleransi, jadi tarulah di SMA 8 itu kami mempunyai semboyannya adalah nasionalisme religius. Jadi siapapun mereka, akan kita layani sesuai agama dan keyakinan mereka masing-masing dan kita tidak ada paksaan apapun," kata Slamet saat ditemui wartawan di Kantor Kepatihan Yogyakarta, Kamis (15/8/2024).

Slamet menilai, agama apapun akan diterima dengan baik agar para siswa senantiasa nyaman dilingkungan sekolah.

"Agama apapun, ras apapun kami terima kami layani baik itu untuk peribadatan (sesuai agama masing-masing). Termasuk untuk yang muslim pun, kami juga tidak ada pemaksaan untuk yang tidak mau berjilbab harus berjilbab, kami tidak seperti itu," tegasnya.

Baca Juga: Larangan Penggunaan Jilbab di Lingkungan Pemerintahan Telah Disahkan Pengadilan Tinggi Uni Eropa

"Intinya kami menghormati bagi mereka yang 'oh saya tidak nyaman kalau tidak berjilbab atau keyakinan saya berjilbab tapi tidak harus/tidak wajib' monggoh," lanjutnya.

Meski begitu, terkhusus saat mata pelajaran pendidikan agama Islam, bagi muridnya yang beragama Islam diharuskan mengenakan penutup kepala (hijab).

"Tapi kalau untuk mata pelajaran pendidikan agama Islam tentu saja pasti gurunya menganjurkan untuk berjilbab karena itu adalah perintah agama," ujar Slamet.

Untuk diketahui, salah satu muridnya yang terkena imbas kronologi lepas hijab tersebut bernama Keynina Evelyn Chandra, merupakan seorang murid kelas 11.

Pihak sekolah telah melakukan seleksi tahapan calon paskibraka sejak kelas 10 tepatnya pada semester 1.

Baca Juga: Turki Mengutuk Uni Eropa yang Melarang Penggunaan Jilbab Bagi Wanita Muslim

"Sekolah sendiri mendaftarkan mereka calon paskibraka termasuk Evelyn sudah sejak kelas 10 semester 1, semester 2 kita siapkan lalu kita seleksi, ya dalam kurun waktu itu ya hampir satu tahun proses seleksinya," ungkap Slamet.

Slamet menambahkan, dari SMA Negeri 8 Yogyakarta sendiri untuk tahun 2024 ini masing-masing tingkatan (Kota,Provinsi,Nasional) yaitu 1 perwakilan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Murid SMA di Jogja Ini Jadi Korban Lepas Jilbab untuk Calon Paskibraka di IKN, Ini Kata Pihak Sekolah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!