Sungai Kalipait Bondowoso tercemar. (Z Creators/Deni Ahmad)
INDOZONE.ID - Air Sungai Kalipait yang terletak di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso disebut tercemar secara natural.
Hal ini menyebabkan di aliran sungai Kalipait tidak ditemukan flora maupun fauna yang berani tinggal.
Pencemaran secara alami ini berkat tingginya kandungan sulfur atau belerang di sungai tersebut.
Sungai Kalipait Bondowoso tercemar. (Z Creators/Deni Ahmad)
Kalipait adalah sebuah aliran hasil rembesan danau di kawah Ijen yang banyak mengandung elemen air asam pekat.
Di sungai itu terdapat kandungan seperti asam sulfat, klorida, fluoride dan senyawa H2S04 yang dapat menghasilkan kristal gypsum.
Kajian Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia (BPPTK) menyebutkan bahwa terdapat 100 gram gypsum di setiap 1 liter air di danau Kawah Ijen.
Hosnul Wahid, Tenaga Ahli Buddaya dan Pendidikan Masyarakat di Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso menjelaskan beberapa hal tentang Kalipait.
"Pada zaman kolonial Belanda, dibangun sebuah danau di Kawah Ijen yang difungsikan sebagai tempat pembuangan," katanya kepada ZCreators Indozone, Sabtu (14/10/2023).
Namun kemudian timbul celah akibat proses alam sehingga membuat air danau Kawah Ijen mengalir hingga ke Kalipait.
Sungai Kalipait Bondowoso tercemar. (Z Creators/Deni Ahmad)
Aliran sungai ini mengalir tidak hanya di wilayah Kecamatan Ijen, melainkan sampai ke Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo.
"Tingkat keasaman aliran Sungai Kalipait sangat tinggi. Mencapai Ph 0 karena mengandung sulfur. Jadi, Kalipait ini tercemar secara natural," sebutnya.
Untuk diketahui, kandungan Ph air normal yang layak dikonsumsi manusia antara 7-8.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators