Guguran lava pijar masih terjadi, foto diambil pada 5 Juli 2023 pukul 16:22 WITA.
INDOZONE.ID - Warga yang tinggal di sekitar Gunung Karangetang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara diharapkan mengikuti rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi Kementerian ESDM.
"Aktivitas erupsi Gunung Karangetang secara visual, instrumental dan potensi ancaman bahaya masih tinggi sehingga tingkat aktivitasnya masih pada level III atau siaga," kata Kepala Badan Geologi, Sugeng Mujiyanto dalam evaluasi Gunung Karangetang periode 23-30 Juni 2023 yang dibagikan Ketua Pos Pengamatan Gunung Api, Yudia P Tatipang dalam grup percakapan di Manado, Kamis (6/7/2023).
Baca Juga: Gibran Copot Puluhan Spanduk Gerakan Melawan People Power di Solo
Dalam level aktivitas III atau siaga, masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan melakukan aktivitas atau mendekati area dalam radius 2,5 km dari kawah utama (selatan) dan kawah dua (utara), serta dalam radius 3,5 km pada sektor barat daya, selatan, dan tenggara.
Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang disarankan untuk mempersiapkan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik jika terjadi hujan abu.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan terus melakukan pemantauan intensif untuk mengevaluasi aktivitas Gunung Karangetang.
"Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang," ajaknya.
Baca Juga: Waduh, Gadis Ini Coba Selundupkan Pentol Berisi Sabu ke Lapas Kelas IIB Tulungagung
Sugeng juga berharap agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berita bohong terkait erupsi Gunung Karangetang, serta selalu mengikuti petunjuk dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara dan BPBD Kabupaten Sitaro.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang di Desa Salili, Kecamatan Siau Tengah, Kabupaten Kepulauan Sitaro, atau PVMBG Bandung.
Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Provinsi Sulawesi Utara, BPBD Kabupaten Sitaro, dan instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan tingkat aktivitas dan rekomendasi Gunung Karangetang melalui aplikasi MAGMA Indonesia.
Pada tanggal 8 Februari 2023, Gunung Karangetang meletus secara efusif setelah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik. Seiring dengan itu, PVMBG kemudian meningkatkan statusnya menjadi siaga level III.
Lebih dari dua bulan, pada tanggal 26 April 2023, PVMBG kemudian menurunkan statusnya menjadi waspada level II. Namun, pada tanggal 19 Mei 2023, PVMBG kembali meningkatkan statusnya menjadi siaga level III.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara