Ilustrasi rudal balistik antarbenua (ICBM) diluncurkan Korea Utara. (Dok. KCNA)
Seorang warga negara Indonesia (WNI), yang diduga bekerja di Jepang, mencurahkan hatinya mengenai rudal Korea Utara, yang melintas di langit Hokkaido.
Akun TikTok @tiododdyagenjanda membagikan pengalamannya terkait Korut yang kembali meluncurkan rudal, Kamis (13/4/2023).
Baca Juga: Tindak Kejahatan Dunia Maya Korea Utara Bikin Korsel, Jepang, dan AS Kalang Kabut!
Melansir Reuters, seorang pejabat Korea Selatan, mengatakan Korut menembakkan rudal balistik jarak jauh model baru. Rudal itu melesat terbang sekitar 1.000 km, dan melewati Hokkaido, Jepang.
Terkait peluncuran rudal Korut, @tiododdyagenjanda mengaku mendapatkan pesan peringatan dari pemerintahan Jepang.
“Ini pagi-pagi, jam 08.00 pagi waktu Jepang, ada peringatan dari pemerintahan pertahanan Jepang. Bahwasanya, pagi ini Korea utara, lagi main rudal lagi gitu. Main-main rudal di atas Hokkaido,” kata pria dalam video yang dilihat Indozone.
Dia pun memperlihatkan pesan dari pemerintah Jepang, yang meminta masyarakat untuk segera evakuasi dari dalam gedung karena rudal kemungkinan akan jatuh di Hokkaido sekitar pukul 08.00.
Baca Juga: Ngeri! Gara-gara Googling Kim Jong-un, Agen Mata-mata Korut Dihukum Mati
Pria dalam klip pun berharap tidak terjadi perang antara Jepang dan Korut. Pasalnya, kata dia, kalau sampai terjadi perang, bukan cuma program magang yang akan dihentikan di Jepang. Namun, siapa saja yang mau berangkat ke Jepang, sudah tidak bisa lagi.
“Jadi doa-doa aja. Ini lebih sadis lagi ini. Kalau sempat terjadi perang antara Korea Utara dan Jepang, karena Korea Utara udah bolak-balik ini ngeluncurin. Rudal itu lewat di atas Jepang, termasuk pagi ini,” harapnya.
“Ya namanya bulan Ramadhan itu main petasan itu malam-malam. Enggak ada orang main petasan itu, siang-siang. Ini Korea Utara kurang ajar ini,” lanjut pria itu dengan nada bercanda.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: