Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta, membawa wajah baru Jakarta melalui perubahan nama jalan, geudung, hingga zona perkampungan khusus dengan menggunakan sejumlah nama tokoh Betawi. Anies melakukan hal ini karena ingin menjadikan Jakarta sebagai kota yang berbudaya.
Pergantian nama jalan baru Jakarta telah tertuang dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 565 Tahun 2022 tentang Penetapan Nama Jalan, Gedung, dan Zona dengan Nama Tokoh Betawi dan Jakarta yang ditandatangani Anies pada 17 Juni 2022.
Berikut ini daftar 32 nama jalan hingga zona perkampungan khusus yang baru saja diganti oleh Anies Baswedam.
Nama Jalan Baru Jakarta
Papan nama Jalan Entong Gendut di Kramat Jati, Jakarta. (ANTARA/Yogi Rachman)
Beberapa wilayah mengalami perubahan nama, mulai dari wilayah Jakarta Pusat hingga Timur, bahkan, Kepulauan Seribu. Berikut ini listnya, dilansir dari detik.com.
Jakarta Pusat
Jalan Mahbub Djunaidi, dulunya Jalan Srikaya
Jalan Raden Ismail, dulunya Jalan Buntu
Jalan A Hamid Arief, dulunya Jalan Tanah Tinggi 1 gang 5
Jalan H Imam Sapi'ie, dulunya Jalan Senen Raya
Jalan Abdullah Ali, dulunya Jalan SMP 76
Jalan M Mashabi, dulunyaJalan Kebon Kacang Raya Sisi Utara
Jalan H M Saleh Ishak, dulunya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan
Jalan Tino Sidin, dulunya Jalan Cikini VII
Jalan Mualim Teko, dulunya Jalan depan Taman Wisata Alam Muara Angke
Jakarta Selatan
Jalan H Rohim Sa'ih, dulunya nama Bantaran Setu Babakan Barat
Jalan KH Ahmad Suhaimi, dulunya nama Bantaran Setu Babakan Timur
Jalan KH Guru Amin, dulunya Jalan Raya Pasar Minggu sisi utara
Jalan Hj Tutty Alawiyah, dulunya Jalan Warung Buncit Raya
Jakarta Barat
Jalan Syekh Junaid Al Batawi, dulunya Jalan Lingkar Luar Barat dari Pasar Cengkareng ke arah Kamal
Jalan Guru Ma'mun, dulunya Jalan Rawa Buaya
Jakarta Timur
Jalan Haji Darip, dulunya Jalan Bekasi Timur Raya
Jalan Entong Gendut, dulunya Jalan Budaya
Jalan Mpok Nori, dulunya Jalan Raya Bambu Apus
Jalan H Bokir bin Dji'un, dulunya Jalan Raya Pondok Gede segmen Kelurahan Pinang Ranti, Kelurahan Dukuh dan Kelurahan Kramat Jati pada ruas Jalan Raya Bogor-Lampu Merah Tamini
Jalan Rama Ratu Jaya, dulunya Jalan Jalan BKT sisi barat
Kepulauan Seribu
Jalan Kyai Mursalin, dulunya Jalan di Pulau Panggang
Jalan Habib Ali bin Ahmad, dulunya Jalan di Pulau Panggang
Nama Gedung Baru Jakarta
PSSB Jakarta Selatan (mapio.net)
Selain nama jalan, adapun nama gedung baru di Jakarta yang menggunakan nama tokoh Betawi. Gedung yang dirubah namanya ini merupakan gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB). Berikut ini perubahan namanya.
Gedung Kisam Dji'un, dulunya Gedung PPSB Jakarta Timur
Gedung KH Usman Perak, dulunya Gedung PPSB Jakarta Barat
Gedung Muhammad Mashabi, dulunya nama Gedung PPSB Jakarta Pusat
Gedung H Sa'aba Amsir, dulunya Gedung PPSB Jakarta Selatan
Gedung Aki Tirem, dulunya Gedung PPSB Jakarta Utara
Nama Perkampungan Betawi Baru
Pementasan kesenian tradisional Betawi, termasuk Ondel-ondel di Kota Tua, Jakarta. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Adapun zona perkampungan khusus yang juga dirubah nama kampungnya. Zona kampung ini dikenal budaya Betawinya. Berikut ini beberapa kampung yang dirumah namanya menjadi nama tokoh Betawi.
Kampung Muhammad Husni Thamrin, terdiri dari Museum Betawi, Gedung Serba Guna, Amphitheater, Contoh Rumah Betawi dan Rumah Makan Betawi.
Kampung Abdulrahman Saleh, terdiri dari pusat makanan khas Betawi.
Kampung Ismail Marzuki, terdiri dari Replika Kampung Betawi sebagai penerjemahan kehidupan masyarakat Betawi yang berada di tiga zona, Betawi pesisir, Betawi tengah dan Betawi Pinggir.
Kampung KH Noer Ali, terdiri dari SMK Budaya Betawi (dalam rencana) dan Zona Embrio
Itulah beberapa nama jalan, gedung, hingga zona perkampungan Jakarta yang memiliki nama baru. Dari segelintir nama jalan di atas, adakah jalan yang kamu lewati?