Pria yang ngaku menjadi joki vaksin. (Twitter/AntonTenabang02)
Nama Abdul Rahim tengah menjadi perbincangan publik di media sosial. Pasalnya, dia mengaku menjadi joki vaksin COVID-19 dan sudah menerima 17 kali suntikan vaksin.
Pengakuan itu disampaikan oleh Abdul melalui sebuah video berdurasi singkat yang beredar luas di media sosial. Sontak video tersebut mendatangkan berbagai reaksi netizen.
Belakangan diketahui, Abdul ternyata merupakan warga Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan.
Diketahui, Abdul sudah tiga bulan menjalani profesi sebagai joki vaksin. Dia mendapatkan bayaran mulai dari Rp100 ribu hingga Rp800 ribu untuk sekali vaksin.
"Adapun suntikannya yang disuntikkan 16 kali upah yang dikasih antara Rp 100-800 ribu," ungkap Abdul dikutip dari video.
Abdul menjalankan aksinya dengan membawa kartu identitas 'pelanggannya' saat mendatangi lokasi vaksinasi. Saat berada di lokasi, petugas tidak mengenalinya karena dia menggunakan masker.
"Pakai KTP orang yang mau divaksin, mereka (petugas) cuma minta KTP, terus panggil nama," kata dia.
Abdul tak memungkiri bahwa menjadi joki vaksin sangat berisiko terhadap kondisi kesehatannya. Hal itu sudah dirasakannya setelah menerima vaksin.
Dia mengaku badannya menjadi lemas sesudah menerima vaksin. Namun hal itu dapat diatasinya dengan istirahat yang cukup dan meminum air kelapa.
"Tidurnya enak, sebelum dan sesudah divaksin minum air kelapa," ungkap dia.
Kata Abdul, dia bahkan pernah menerima suntikan vaksin sebanyak tiga kali dalam sehari.
"Dua minggu terakhir ini, pernah 3 kali sehari," kata dia.
Meski berisiko tinggi, namun Abdul tetap melakukannya semata-semata untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.
"Hasilnya untuk makan dan kebutuhan sehari-hari," kata dia.
Abdul sendiri tidak terbuka bahwa dia joki vaksin. Jadi untuk mendapatkan pelanggan, dia hanya berbicara dari mulut ke mulut saja, misalnya melalui perantara teman.
"Kalau ada tawaran dari teman, ya, langsung, ada beberapa teman juga yang mengetahui juga meminta (diwakili divaksinasi)," ungkap dia.
Pengakuan Abdul yang menjadi kontroversi itu mencuri perhatian Dinas Kesehatan dan kepolisian setempat.
Tim Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel telah mengambil sampel darah dan urine Abdul untuk mengecek kebenaran pengakuan Abdul.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Deki Marizaldi mengatakan pihaknya juga tengah mengumpulkan bukti dan sejumlah saksi terkait pengakuan Abdul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: