Sebuah jalan di Amsterdam, Belanda selama lockdown. (REUTERS/Piroschka van de Wouw)
Melonjaknya kasus Covid-19 di Eropa, mengharuskan beberapa negara memberlakukan penguncian demi cegah penyebaran virus corona.
Dilansir Metro, sebagian besar Belanda dilaporkan memberlakukan penguncian mulai hari Sabtu (13/11/2021).
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa lonjakan kasus Covid-19 di Eropa terjadi karena cakupan vaksin yang tidak merata dan banyaknya negara yang melonggarkan perbatasan.
Mulai hari Sabtu bar, restoran, dan toko non-esensial akan ditutup jam 19:00 WIB, selama tiga minggu, kata sebuah organisasi penyiaran Belanda, dikutip dari Metro.
Baca juga: Sejak Juli Kasus Covid-19 di Belanda Terus Naik
Masyarakat mulai bekerja dari rumah, orang-orang juga dilarang menghadiri acara olahraga dalam beberapa minggu mendatang. Tapi, sekolah, bioskop dan teater tetap dibuka selama lockdown.
Pengumuman lockdown langsung disampaikan oleh perdana menteri Mark Rutte dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pada hari Jum'at sore.
Sementara itu, pihak berwenang Belanda belum menunjukkan tanda-tanda membatasi perjalanan ke luar negeri.
Latvia adalah negara pertama yang memberlakukan kembali penguncian di Eropa untuk memerangi gelombang keempat Covid-19.
Latvia mengumumkan lockdown selama sebulan, tiga minggu lalu setelah lonjakan infeksi Covid-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Lockdown yang diberlakukan di Belanda merupakan perubahan drastis dalam kebijakan pemerintahannya, di mana hingga bulan lalu berpikir bahwa tingkat vaksinasi yang relatif tinggi memudahkan orang-orang berlibur di akhir tahun.
Tapi, kasus baru Covid-19 di negara berpenduduk 17,5 juta itu meningkat pesat setelah pembatasan sosial dicabut pada September.
Selain Belanda, Austria juga akan lockdown mulai hari Senin (15/11/2021) jika diberi lampu hijau oleh pemerintah federal.
Lockdown di Austria akan sangat ketat bagi warga yang belum vaksinasi, mereka dilarang dari restoran, hotel, salon tata rambut dan acara publik besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: