Sungguh tragis akhir kisah hidup Febi Abdi Witanto (25 tahun). Pemuda yang merupakan warga Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur, itu meninggal dunia dan tenggelam ke kedalaman danau bekas galian tambang batu bara, tak jauh dari rumahnya pada Minggu sore (31/10/2021).
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, Febi tampak berlari sejauh beberapa meter, sebelum terjun bebas ke danau bekas galian tambang tersebut. Ketinggian tebing ke air danau itu sekitar 25 meter.
Video itu direkam oleh salah seorang teman Febi dari sisi samping. Dalam video itu terlihat, Febi tidak mendarat dengan sempurna ke dalam air. Kakinya sedikit terpeleset sebelum terjun ke bawah.
Usai terjun ke air, Febi sempat berenang ke tepian. Ia lalu berdiri dan membalikkan badan.
Namun tak lama kemudian, ia tumbang, mengambang, sebelum akhirnya tenggelam. Diduga, saat mendarat di air, Febi terbentur batu sehingga dadanya sesak.
Teman-temannya, yang tidak mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi pada Febi, saat itu terdengar tertawa terbahak-bahak.
Mereka baru berhenti tertawa setelah mengetahui Febi tak nampak lagi batang hidungnya.
Setelah menyadari musibah yang menimpa Febi, teman-teman Febi lantas melapor ke warga, yang kemudian disampaikan ke polisi.
Lantas, Tim Basarnas Unit Siaga Samarinda melakukan pencarian jasad Febi, dengan menyusuri danau.
"Belum membuahkan hasil," ujar Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda Dwi Adi Wibowo.
Pencarian dihentikan pada hari Minggu dan dilanjutkan pada hari ini, Senin. Namun, hasilnya masih juga belum berhasil meski tim SAR sudah menyelam sejauh 30 meter ke kedalaman danau.
Karena tak juga ketemu, ibu kandung Febi pun melakukan ritual dengan turun ke danau tersebut, hari Senin (1/11/2021).
Ia menggunakan selembar kain dan memasukkan ke dalam air danau, sambil memanggil-manggil nama Febi. Ritual semacam itu diyakini warga setempat sebagai bentuk upaya agar jasad korban segera ditemukan.
"Ini hanya ikhtiar," ujar salah seorang anggota keluarga Febi.
Sampai berita ini ditayangkan, jasad Febi masih juga belum ketemu. Polisi telah memasang garis polisi dan mencegah warga untuk berada di lokasi kejadian.
Menurut teman-temannya, hari itu Febi sangat ingin mengajak teman-temannya mandi di danau tersebut. Teman-temannya sempat menolak ajakannya, namun akhirnya mengiyakan.
Sebagai orang yang mengajak, Febi pun lantas unjuk gigi lebih dulu, dengan terjun bebas ke danau tersebut dari ketinggian 25 meter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: