Politisi Fadli Zon mengenang tragedi penyerangan gedung kembar World Trade Centre, New York yang terjadi pada 11 September 2001 silam. Tragedi tersebut dikatakan sebagai aksi terorisme.
Fadli Zon mengatakan bahwa aksi terorisme merupakan musuh bersama. Namun terorisme tak ada hubungannya dengan agama tertentu.
"Terorisme tentunya sebagai musuh, tetapi terorisme sama sekali tidak ada hubungannya dengan Islam. Dan jauhkanlah islamophobia," kata Fadli Zon dalam kanal YouTube Fadli Zon Official dikutip Sabtu (11/9/2021).
Menurut Fadli Zon, tragedi 11 September 2001 itu menjadi pemicu terjadinya perubahan terhadap peta geo politik dunia.
Baca Juga: Tragedi 11 September 2001: Taliban, Al-Qaeda, dan Jadi Pemicu Serangan AS di Afghanistan
"Tepat 20 tahun yang lalu, terjadi sebuah peristiwa besar yang mengubah geo politik dunia," ujar dia.
Seluruh pasang mata dunia tertuju pada tragedi itu. AS menyebut insiden tersebut merupakan serangan terorisme yang diotaki oleh kelompok islamis ekstremis.
Nama Al-Qaeda dan pendirinya, Osama bin Laden disebut-sebut sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas peristiwa memilukan itu
Diperkirakan ada sekitar 2.977 orang dari 77 negara yang berbeda tewas dalam insiden itu.
Seorang bocah berusia dua tahun bernama Christine Lee Hanson menjadi korban tewas paling muda. Dia merupakan penumpang pesawat yang saat itu bersama kedua orang tuanya, Peter dan Sue.
Tidak ada firasat apapun, pesawat yang ditumpangi bocah itu menabrakan diri ke menara World Trade Centre hingga hancur Lebur.
Sementara itu, kakek Robert Norton berusia 82 tahun menjadi korban tewas tertua. Dia bersama istrinya, Jacqualine merupakan penumpang pesawat lainnya yang malang dalam insiden tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: