Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 07 AGUSTUS 2021 • 20:58 WIB

Tampang Pemuda yang Bantai Pasutri dan Cucunya di Sintang, Babak Belur Dihajar Warga

Tampang Pemuda yang Bantai Pasutri dan Cucunya di Sintang, Babak Belur Dihajar WargaKolase foto RN, pelaku pembunuhan pasutri dan cucunya di Sintang. (Instagram/YouTube)

Inilah tampang RN (27 tahun), pemuda yang membantai sepasang suami istri beserta seorang cucu mereka di kebun sawit yang terletak di Dusun Laman Natai, Desa Solam Raya, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Senin (2/8/2021).

RN sudah diamankan polisi tiga hari setelah pembunuhan tersebut, tepatnya pada Kamis petang (5/8/2021).

Namun sebelum diamankan polisi, RN sempat dihajar sampai babak belur oleh warga.

Saat akan ditangkap, polisi terpaksa menembak kaki RN karena ia mencoba melarikan diri.

Kepada polisi usai ditangkap, RN mengaku tega menghabisi nyawa Sugiyono (56 tahun) dan Turyati (46 tahun), serta cucu mereka Afsyia Amila Putri (5 tahun) lantaran sakit hati dikatai orang miskin.

Waktu itu, RN bermaksud meminjam uang Rp5 juta kepada pasutri tersebut. 

"Kau orang miskin. Bagaimana mengembalikan uangnya nanti?" ujar Turyati saat itu.

RN, pelaku pembunuhan pasutri dan cucunya di Sintang. (Instagram/YouTube)

Menjelang magrib, Sugiyono bersama cucunya, bertandang ke rumah RN dan mengajaknya ke Sintang.

Sebagai syarat agar ia mau menemani Sugiyono, RN meminjam uang Rp200 ribu dan itu dipenuhi oleh Sugiyono.

Mereka pun lantas berangkat berboncengan tiga naik sepeda motor milik Sugiyono. Sugiyono mengendarai, cucunya di depan, sedangkan RN di belakang.

Ketika itu, Sugiyono tak tahu bahwa RN telah menyiapkan parang yang diselipkan ke dalam celana dan ditutupi dengan kaos.

Di tengah jalan, saat tiba di perkebunan sawit, RN meminta Sugiyono berhenti dengan modus ingin buang air kecil.

Begitu turun dari sepeda motor, RN pun langsung mengeluarkan parang yang sudah disiapkannya dan menebas leher Sugiyono dan leher cucunya hingga tewas.

Setelah membunuh Sugiyono dan Afsyia, RN mengendarai sepeda motor milik Sugiyono untuk pergi ke rumah Sugiyono. Ia lantas menjemput Turyati.

Untuk meyakinkan Turyati supaya mau ikut dengannya, RN berbohong dengan mengatakan bahwa cucunya menangis ingin bertemu neneknya.

Turyati pun ikut bersama RN di boncengan. RN lantas membawa Turyati ke lokasi di mana ia membantai Sugiyono dan cucunya. Di sana, Turyati pun dihabisi dengan parang yang sama.

Setelah puas melampiaskan rasa sakit hatinya, RN mengembalikan sepeda motor milik pasutri tersebut ke rumah mereka, lantas pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki.

Dua hari kemudian, 4 Agustus 2021, mayat Turyati akhirnya ditemukan oleh warga setelah dua hari menghilang.

Sehari kemudian, 5 Agustus, giliran jasad Sugiyono dan Afsyia yang ditemukan warga.

Dari temuan ketiga mayat tersebut, polisi pun bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan di rumah korban.

Tak butuh waktu lama, pada hari yang sama, RN pun diamankan polisi.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Andre Li (@andreli48)

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tampang Pemuda yang Bantai Pasutri dan Cucunya di Sintang, Babak Belur Dihajar Warga

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!