Warga ramai menyaksikan proses olah TKP pembunuhan pasutri di Sintang. (YouTube)
Sepasang suami istri beserta seorang cucu mereka dibantai oleh seorang pemuda berinisial RN (27 tahun) di kebun sawit yang terletak di Dusun Laman Natai, Desa Solam Raya, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Senin (2/8/2021).
Pasutri tersebut adalah Sugiyono (56 tahun) dan Turyati (46 tahun). Sedangkan cucu mereka yang ikut jadi korban adalah Afsyia Amila Putri (5 tahun). Mereka bertiga dihabisi dengan parang oleh RN.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, diketahui bahwa RN selama ini kerap membantu usaha milik Sugiyono dan Turyati. Singkatnya, dia termasuk orang dekat korban. RN biasa menyapa Sugiyono dengan sebutan 'bos'.
RN membunuh pasutri tersebut karena sakit hati. Awalnya, ia bermaksud meminjam uang Rp5 juta kepada Sugiyono dan Turyati.
Namun, jawaban Turyati membuat telinga RN panas.
"Kau orang miskin. Bagaimana mengembalikan uangnya nanti?" ujar Turyati saat itu, sebagaimana pengakuan RN kepada polisi usai ditangkap.
Menjelang magrib, Sugiyono bersama cucunya, bertandang ke rumah RN dan mengajaknya ke Sintang.
Sebagai syarat agar ia mau menemani Sugiyono, RN meminjam uang Rp200 ribu dan itu dipenuhi oleh Sugiyono.
Mereka pun lantas berangkat berboncengan tiga naik sepeda motor milik Sugiyono. Sugiyono mengendarai, cucunya di depan, sedangkan RN di belakang.
Ketika itu, Sugiyono tak tahu bahwa RN telah menyiapkan parang yang diselipkan ke dalam celana dan ditutupi dengan kaos.
Di tengah jalan, saat tiba di perkebunan sawit, RN meminta Sugiyono berhenti dengan modus ingin buang air kecil.
Begitu turun dari sepeda motor, RN pun langsung mengeluarkan parang yang sudah disiapkannya dan menebas leher Sugiyono dan leher cucunya hingga tewas.
Setelah membunuh Sugiyono dan Afsyia, RN mengendarai sepeda motor milik Sugiyono untuk pergi ke rumah Sugiyono. Ia lantas menjemput Turyati.
Untuk meyakinkan Turyati supaya mau ikut dengannya, RN berbohong dengan mengatakan bahwa cucunya menangis ingin bertemu neneknya.
Turyati pun ikut bersama RN di boncengan. RN lantas membawa Turyati ke lokasi di mana ia membantai Sugiyono dan cucunya. Di sana, Turyati pun dihabisi dengan parang yang sama.
Setelah puas melampiaskan rasa sakit hatinya, RN mengembalikan sepeda motor milik pasutri tersebut ke rumah mereka, lantas pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki.
Dua hari kemudian, 4 Agustus 2021, mayat Turyati akhirnya ditemukan oleh warga setelah dua hari menghilang.
Sehari kemudian, 5 Agustus, giliran jasad Sugiyono dan Afsyia yang ditemukan warga.
Dari temuan ketiga mayat tersebut, polisi pun bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan di rumah korban.
Tak butuh waktu lama, pada hari yang sama, RN pun diamankan polisi.
Namun sebelum diamankan polisi, RN sempat dihajar sampai babak belur oleh warga.
Saat akan ditangkap, polisi terpaksa menembak kaki RN karena ia mencoba melarikan diri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: