Dokter asal Maryland, AS Faheem Younus 'berperang' pendapat dengan salah satu dokter Indonesia bernama Andi Khomeini Takdir. Keduanya memiliki cara pandang tersendiri terkait pengobatan pasien Covid-19.
Perbedaan pendapat itu berawal dari saat Andi Khomeini Takdir melalui cuitan di akun Twitternya @dr_koko28 mengatakan bahwa dirinya memiki cara yang berbeda dengan Faheem Younus terkait pengobatan pasien Covid-19.
"Dr Faheem Younus ternyata pernah ngetwit susu, vitamin, ivermectin dan plasma tak ada peran dalam terapi Covid-19. Baru melintas di TL pagi ini. Saya beda gak apa-apa ya. Pasien2 kuberi susu & vitamin D, zinc & probiotik, saya termasuk periset ivermectin & plasma. Sel punca juga," cuit Andi Khomeini Takdir pada 8 Mei 2021 lalu dikutip Indozone, Sabtu (7/8/2021).
Lalu, cuitan tersebut direspons oleh Faheem Younus. Dia mengatakan bahwa setiap orang bebas memilih antara pendapat pribadi atau bukti ilmiah yang sudah dipraktikan oleh rumah sakit terbaik di dunia.
"Orang bebas memilih antara pendapat Anda vs bukti ilmiah yang dipraktikkan di rumah sakit terbaik dunia dan didukung oleh WHO dan CDC," cuit Faheem Younus.
Orang bebas memilih antara pendapat Anda vs. bukti ilmiah yang dipraktikkan di rumah sakit terbaik dunia dan didukung oleh WHO, dan CDC pic.twitter.com/QFrWksiWDg
— Faheem Younus, MD (@FaheemYounus) August 6, 2021
Kemudian, cuitan tersebut dibalas oleh netizen @arifhakim yang mengajak Andi Khomeini Takdir untuk membuktikan pendapatnya.
"Ayo dok @dr_koko28 buktikan secara ilmiah kita juga punya dokter yang berkualitas," cuita dia.
Lalu, Andi Khomeini Takdir menjawab bahwa pendapatnya bisa dibuktikan dengan melihat angka kematian pasien Covid-19 di AS dan Indonesia.
"Cek deh angka kematian Amrik & Indonesia," sahut dia.
Diketahui, Faheem Younus merupakan ilmuwan dan dokter dari University of Maryland School of Medicine Health, AS. Namanya mendadak terkenal di kalangan netizen karena kerap mengunggah cuitan terkait Covid-19 dalam Bahasa Indonesia.
Cuitan Younus pun selalu dibanjiri respons netizen. Banyak netizen yang menerima saran-saran kesehatan dari dokter yang telah mengantongi Certified Physician Executive (CPE) dan penghargaan Top Doc pada 2017 dan 2018 itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: