Warga Palestina membersihkan serpihan di Masjid Al-Aqsa usai terjadi bentrokan. (REUTERS/Ammar Awad)
Bentrokan antara tentara Israel dan penduduk Palestina kembali terjadi di Kompleks Masjid Al-Aqsa. Berdasarkan keterangan dari pejabat Palestina, bentrokan terjadi bermula dari aparat yang tiba-tiba datang dan mengusir warga yang sedang salat zuhur.
Para tentara Israel mengusir warga Palestina dengan menggunakan peluru karet. Sebelum bentrokan terjadi, situasi di Masjid Al-Aqsa sangat tenang. Aksi para aparat Israel itu pun menuai kecaman.
"Pemerintah penjajaha Israel bertanggung jawab penuh atas peristiwa warga Israel yang menerobos Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem yang dijajah," demikian pernyataan Pemerintah Palestina.
Dikutip dari Reuters, sekelompok pemuda Palestina juga sempat memprotes kedatangan warga Yahudi ke lokasi tersebut. Berdasarkan laporan dari media Israel, ada sekitar 1.300 warga Yaudi yang menerobos masuk ke Kompleks Masjid Al-Aqsa.
Warga Yaudi itu disebut datang ke Kompleks Masjid Al-Aqsa untuk memperingati puasa di Hari Tisha B'av. Kedatangan mereka dikawal aparat keamanan Israel.
Meski sempat terjadi bentrokan, PM Israel Naftali Bennet tetap mempersilahkan warga Yahudi untuk melanjutkan kunjungan ke kompleks Masjid Al-Aqsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: