Dokter Lois Owien (jaket kuning) di Mapolda Metro Jaya, Jakarta. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)
Dokter Lois Owien jadi sorotan publik usai blak-blakan menyatakan bahwa virus corona dan penyakit COVID-19 tidak berbahaya dan tidak mematikan.
Sikapnya yang "melawan arus" tersebut membuat dia menjadi bulan-bulanan para pihak yang mendukung pandangan bahwa COVID-19 berbahaya dan mematikan.
Hotman Paris dan Melaney Ricardo, misalnya, mencecarnya seperti seorang pesakitan alih-alih sebagai narasumber, saat mengundangnya ke acara Hotman Paris Show.
Hotman dan Melaney berkali-kali memotong dan menyanggah pembicaraan dokter Lois selagi ia masih berbicara dan mencoba menjelaskan.
Bahkan, seorang dokter bernama dr Mila Anasanti sekonyong-konyong mengatakan bahwa dr Lois terindikasi mengalami gangguan jiwa.
“Informasi terbaru, ternyata menurut kakak kelasnya dr Lois Owien terindikasi gangguan jiwa,” tulis dr Mila di Twitter @anasanti_mila.
Tak cuma itu, dr Tirta Mandira Hudhi menyebut bahwa apa yang disampaikan dr Lois adalah hoaks.
dr Tirta juga menyebut bahwa dr tidak terdaftar di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Surat Tanda Registrasi (STR) dr Lois juga sudah tidak aktif.
"Semua dokter di Indonesia harus terikat dengan IDI. Statusnya dipertanyakan. STR tidak aktif sejak 2017. Lois tidak menangani pasien pandemi. Baik relawan maupun praktik," kata Tirta, Minggu (11/7/2021).
Teranyar, Tirta menyebut bahwa dr Lois sudah ditangkap oleh Polda Metro Jaya dan rilis pers akan digelar pada Senin siang (12/7/2021).
"Press release terkait ibu Lois dilakukan besok di @poldametrojaya antara ja 13.00-16.00. Kalau cuaca mendukung. Kalo mendung yo reschedule. Ybs sudah ada di polda metro jaya," tulis dr Tirta sebagaimana dikutip Indozone.
Seperti diketahui, Dokter Lois memandang bahwa COVID-19 justru tidak berbahaya dan tidak mematikan.
Yang membuat banyak orang mati selama masa pandemi ini, kata dia, adalah karena adanya interaksi antarobat di dalam tubuh orang-orang yang mati tersebut.
Interaksi antarobat yang ia maksud, dapat berupa komplikasi obat sehingga menyebabkan ketidaksesuaian obat yang dibutuhkan oleh tubuh.
"Itu karena interaksi antarobat," kata dr Lois saat menjawab pertanyaan Hotman Paris dan Melaney Ricardo tentang penyebab kematian 50 ribuan lebih orang dalam masa pandemi, dalam sebuah acara talkshow yang ditayangkan di kanal YouTube Hotman Paris Official, Jumat (9/7/2021).
dr Lois menjelaskan bahwa seseorang yang terserang COVID-19 lalu meninggal, itu bukan karena COVID-nya, melainkan karena penyakit komorbid yang menyerang orang tersebut.
"Kalau misalnya bapak buka data di rumah sakit, itu pemberian obatnya lebih dari enam macam," kata dr Lois menjelaskan.
Berdasarkan penelusuran Indozone, dr Lois Owien merupakan dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) tahun 2004.
Di media sosial, dr Lois Owien lebih dikenal dengan nama dr Lois Anti-Aging.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: