Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 07 JUNI 2021 • 15:33 WIB

Wapres Ma'ruf Amin Akui Ceramah Keagamaan Masih Ada yang Menyelipkan soal Khilafah

Wapres Ma ruf Amin Akui Ceramah Keagamaan Masih Ada yang Menyelipkan soal KhilafahWakil Presiden Maruf Amin (Foto: Dok. Setwapres)

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan ceramah keagamaan di berbagai daerah masih sering menyinggung tentang wacana pendirian negara Islam atau negara khilafah.

"Hal ini menjadi penting ketika dalam ceramah-ceramah keagamaan kini masih sering diselipi dengan wacana-wacana tentang pendirian negara Islam atau negara khilafah, walaupun organisasi-organisasi yang mengusung tema itu kini sudah tidak aktif lagi," kata Wapres Ma'ruf Amin seperti dilansir Antara di Jakarta, Senin (7/6/2021).

Selain itu, lanjutnya, penolakan terhadap Pancasila serta penggunaan kekerasan atau teror berkedok jihad untuk perwujudan negara khilafah masih terjadi saat ini.

"Ideologi perjuangan intoleran dan kekerasan tersebut dipengaruhi oleh gerakan-gerakan Islam transnasional yang disebabkan oleh pemahaman tekstual terhadap Al Quran," kata Wapres.

"Ideologi transnasional yang keras itu memang tidak terlepas dari pemahaman mereka terhadap teks-teks Al Quran dan hadits secara literal dan kaku, sehingga mereka memiliki sikap yang intoleran dan radikal," tutur-nya.

BACA JUGA: Viral Kader PDI-P Dinilai Teriak Butuh PKI dan HTI Jancuk, Khilafah Keluar dari Indonesia

Bahkan, tukasnya, sebagian dari mereka bersikap ekstrem dan menganggap kelompok masyarakat lain, yang berbeda pandangan dengan mereka, sebagai kaum kafir.

Padahal, perdebatan tentang Islam dan negara Indonesia sudah diselesaikan oleh para pendiri bangsa, yang sebagian besar di antara mereka ialah tokoh Islam dan ulama.

"Sebenarnya perdebatan tentang Islam dan negara ini sudah selesai dilakukan oleh bapak pendiri (founding father) negara ini, yang di antara mereka adalah ulama dan tokoh Islam," ujarnya menegaskan.

Oleh karena itu, terhadap adanya unsur khilafah dalam ceramah agama tersebut, Wapres yang tengah berkesempatan memberikan sambutan dalam acara Bedah Buku "Darul Misaq: Indonesia Negara Kesepakatan itu menegaskan masyarakat harus memiliki pemahaman moderat dalam hubungan antara Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya menilai bahwa buku ini dapat memberikan kontribusi bagi penyebaran gagasan tentang hubungan antara Islam dan negara Indonesia dengan pandangan yang moderat," ucap-nya.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Wapres Ma'ruf Amin Akui Ceramah Keagamaan Masih Ada yang Menyelipkan soal Khilafah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!