Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 08 MEI 2021 • 16:52 WIB

Denny Siregar Bela Jokowi Soal Bipang Ambawang: Lebaran Itu Dirayakan Semua Agama

Denny Siregar Bela Jokowi Soal Bipang Ambawang: Lebaran Itu Dirayakan Semua AgamaDenny Siregar penggiat media sosial. (Facebook)

Penggiat media sosial, Denny Siregar membela pernyataan Presiden Jokowi yang mempromosikan bipang ambawang khas Kalimantan untuk oleh-oleh lebaran Idul Fitri.

Denny Siregar mengatakan bahwa lebaran Idul Fitri tidak hanya dirayakan oleh umat Islam tapi semua agama. 

"Lebaran itu, meski hari besar umat Islam, tapi yang merayakannya semua agama. Kita semua liburan," twit Denny Siregar melalui akun Twitternya seperti yang dikutip Indozone, Sabtu (8/5/2021).

Momen lebaran ini katanya dirasakan oleh semua orang termasuk umat beragama lainnya. Hingga saat momen liburan ini, waktunya bisa dihabiskan buat belanja.

Termasuk buat belanja kuliner babi panggang (Bipang) Ambawang khas Kalimantan yang saat jadi perbincangan publik hingga jadi trending topic di media sosial.

"Semua ke tempat wisata. Sama2 belanja oleh2 khas daerah. Jadi jangan dikira yang belanja cuman umat muslim doang. Lha, trus apa salahnya Presiden promosi bipang?" kata Denny.

 Denny Siregar mengatakan kalau Presiden mempromosikan babi panggang artinya dia merupakan presiden semua suku, ras dan agama.

"Emang kenapa kalau pak @jokowi promosi babi panggang oleh2 khas daerah Kalimantan ? Itu berarti dia Presiden semua suku, semua ras, semua agama," twit Denny Siregar melalui akun Twitternya seperti yang dikutip Indozone, Sabtu (8/5/2021).

Dia kemudian menyalahkan orang lain terkait masalah ini yang dinilai tidak bisa menerima perbedaan.

"Coba kalo Waloni yang jadi Presiden, bisa dikafir2kan babi panggang ma doi," sebut Denny.

Namun Kiai asal NU Nadirsyah Hosen atau dikenal dengan panggilan Gus Nadir menyebut bukan makan babi panggang yang dipermasalahkan, namun konteks Jokowi menyebutnya untuk oleh-oleh lebaran yang kurang tepat.  

"Ngomong pesan Bipang (babi panggang) dalam konteks liburan lebaran tentu kurang elok," sebut Gus Nadir.

Kendati lebaran Idul Fitri juga jatuh liburan saat umat nasrani merayakan Kenaikan Isa Al Masih, namun katanya, tetap saja Jokowi keliru karena tidak menyebutkan liburan umat nasrani dari awal pidatonya.

"Tapi jangan lupa juga ada libur kenaikan Isa al Masih. Artinya, menyebut Bipang dalam konteks ini tentu bisa dipahami. Kelirunya itu gak semua konteks liburan disebutkan sedari awal. Heboh deh," ujar Gus Nadri di Twitternya.

Artikel menarik lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Denny Siregar Bela Jokowi Soal Bipang Ambawang: Lebaran Itu Dirayakan Semua Agama

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!