Patung cumi yang dibuat dari dana bantuan Covid-19 (REUTERS/YouTube/@TheTonarinopoti)
Sebuah kota di Jepang telah menggunakan sebagian dari dana bantuan Covid-19 untuk membangun patung cumi-cumi merah muda raksasa dengan harapan dapat meningkatkan pariwisata setelah pandemi virus corona.
Patung cumi yang tingginya empat meter dan panjang sembilan meter, muncul di Noto, sebuah kota tepi laut di Prefektur Ishikawa di pantai barat tengah Jepang.
Penduduk setempat menjadi bingung dengan beberapa orang mempertanyakan apakah uang bantuan seharusnya digunakan dengan cara yang berbeda.
Patung cumi-cumi itu dilaporkan menggunakan 25 juta yen atau setara dengan Rp 3,3 miliar dana darurat yang diterima oleh pemerintah pusat untuk membangun patung itu.
Total biaya konstruksi sekitar 30 juta yen atau setara Rp 3,9 miliar, menurut laporan dikutip dari Mirror.
Patung cumi-cumi raksasa dikatakan sebagai bagian dari program pemerintah daerah untuk meningkatkan jumlah wisatawan di tengah pandemi.
Diyakini pembangunan cephalopoda merah muda dimulai pada Oktober 2020 dan patung yang sudah selesai dipindahkan ke rumahnya saat ini pada Maret tahun ini.
Cumi-cumi adalah makanan lokal di Noto dan membangun patung itu adalah bagian dari 'strategi jangka panjang' untuk meningkatkan kesadaran tentang industri perikanan kota dan meningkatkan pariwisata, kata seorang pejabat pemerintah setempat.
Namun, banyak warga setempat yang merasa kecewa dengan hal itu karena dana tersebut bisa dipakai untuk hal yang lebih penting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: