Siklon tropis (photo/worldmeteorologicalorganization)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi munculnya bibit siklon tropis di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak hari Jumat (2/4).
Bibit siklon tersebut berkembang menjadi siklon tropis Seroja pada Senin (5/4) dini hari pukul 01.00 WIB, yang menyebabkan hujan deras, angin kencang, gelombang tinggi, serta banjir bandang yang menewaskan puluhan orang.
Dalam meteorologi, siklon tropis merupakan jenis sistem tekanan udara rendah yang terbentuk secara umum di daerah tropis. Untuk mengetahui siklon tropis lebih lanjut, simak ulasan Indozone berikut ini ya!
Siklon tropis adalah badai berkekuatan besar dengan radius mencapai 150 hingga 200 km. Siklon tropis umumnya terjadi di atas lautan yang mempunyai suhu permukaan hangat yakni lebih dari 26.5 °C, dengan kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.
Siklon tropis dikenal dengan berbagai istilah, di antaranya yaitu "badai tropis" atau "typhoon" atau "topan" jika terbentuk di Samudra Pasifik Barat, "siklon" atau "cyclone" jika terbentuk di sekitar India atau Australia, dan "hurricane" jika terbentuk di Samudra Atlantik.
Menurut sejarah, 90% siklon tropis mematikan. Perputaran siklon tropis yang mencapai daratan dan vertical wind shear di sekelilingnya akan menghasilkan tornado. Tornado dapat juga terbentuk akibat dari vortisitas di dinding mata siklon yang tetap bertahan hingga mencapai daratan.
Melansir dari laman resmi BMKG, siklon dan tornado merupakan fenomena berupa pusaran atmosfer.
Namun, ternyata keduanya memiliki perbedaan berdasarkan ukuran, durasi, arah, dan wilayah tempat terjadinya.
Tornado pada umumnya terjadi di daratan dengan diameter berkisar ratusan meter, sementara siklon kerap terjadi di lautan dengan diameter mencapai ratusan kilometer.
Arah pergerakan siklon di bumi belahan selatan umumnya menuju arah barat atau barat daya, sedangkan siklon di bumi belahan utara bergerak ke arah barat atau barat laut.
Sementara itu, arah pergerakan tornado tergantung pada arah gerak badai guntur pembentuknya.
Bila tornado hanya berlangsung selama 3 menit hingga satu jam lebih, lain halnya dengan siklon yang bisa bertahan 3-8 hari bahkan sampai sebulan.
Siklon tropis yang terjadi di suatu wilayah memberikan dampak tidak langsung seperti terciptanya pumpunan angin, terbentuknya daerah belokan angin, dan berkurangnya kelembaban.
Tak hanya itu, siklon tropis juga memberikan dampak negatif yang membahayakan wilayah yang dilaluinya. Berikut ini dampak langsung yang ditimbulkan siklon tropis:
Siklon tropis yang terjadi di daratan bisa menimbulkan angin kencang yang dapat merusak bangunan dan menjadikannya puing-puing yang beterbangan.
Siklon tropis juga dapat menyebabkan hujan deras selama berjam-jam bahkan berhari-hari lamanya.
Hujan deras terus-menerus yang disebabkan oleh siklon tropis, memicu terjadinya gelombang tinggi yang dapat memutar air di lautan, menenggelamkan kapal, dan banjir di daratan.
Permukaan laut yang meninggi merupakan dampak terburuk yang disebabkan oleh siklon tropis, karena memicu gelombang badai. Apabila mencapai daratan, siklon tropis mampu menghasilkan tornado.
Siklon tropis dapat terbentuk jika terjadi perubahan esktrem pada laut, atmosfer, hingga angin seperti yang dilansir oleh BMKG berikut ini:
Fenomena siklon tropis yang terjadi di belahan dunia, diberikan nama yang unik, bukan dengan istilah teknis atau penanda angka kecepatan.
World Meteorological Organization (WMO) menyatakan bahwa siklon tropis diberikan nama yang unik agar masyarakat mudah mengingat dan menangkap peringatan berbahaya.
Di Amerika Serikat, penamaan badai siklon tropis diambil dari nama-nama manusia, seperti Jose, Harvey, Katrina dan Irma.
Sedangkan di Indonesia, penamaan siklon tropis awalnya dimbil dari nama wayang seperti Durga yang terjadi pada 2008.
Tahun 2010, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center Jakarta (TCWC Jakarta) memberikan nama siklon tropis berdasarkan buah-buahan, bunga, dan burung.
Beberapa siklon tropis di Indonesia yang diangkat dari nama bunga yaitu Anggrek, Bakung, Cempaka, Dahlia, Flamboyan, Kenanga, Lili, dan Seroja.
Pemberian nama buah atau bunga yang indah pada siklon tropis di Indonesia menurut BMKG diharapkan tidak memberikan dampak yang buruk pada wilayah yang terkena siklon tropis.
Melansir Wikipedia, siklon tropis di Indonesia telah terjadi sejak tahun 2003 berdasarkan pantauan TCWC Australia. Hingga tahun 2021, sebanyak 32 siklon tropis di Indonesia tercatat oleh BMKG.
Meski secara geografis Indonesia terletak di sekitar garis khatulistiwa, siklon tropis banyak ditemukan di Indonesia. Berdasarkan data tahun 1964 hingga 2005, siklon di Indonesia bisa terjadi di bagian Utara dan Selatan Indonesia.
Berdasarkan data histori selama 42 tahun, wilayah Indonesia bagian Selatan mengalami siklon tropis paling tinggi pada bulan Februari. Berikut ini persentase kejadian siklon tropis wilayah Selatan di Indonesia:
Berdasarkan data histori selama 56 tahun, wilayah Indonesia bagian Utara mengalami siklon tropis paling tinggi pada bulan Agustus. Berikut ini persentase kejadian siklon tropis wilayah Utara di Indonesia:
Itulah siklon tropis yang terjadi di Indonesia serta asal-usul penamaannya yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: