Anies Baswedan saat mengunjungi RSUD Keramat Jati. (Instagram/@aniesbaswedan)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa RS rujukan COVID-19 di DKI Jakarta sudah bertambah menjadi 101 RS. Sebelumnya, sejak awal pandemi, hanya ada 8 RS rujukan COVID-19 di Jakarta.
"Dari ini ada 101 RS rujukan COVID-19 di DKI Jakarta, dari yang tadinya hanya 8 RS rujukan pada Maret 2020. Sejak awal pandemi kita telah mengantisipasi dengan meningkatkan kapasitas dari fasilitas kesehatan yang sudah ada," kata Anies melalui akun Instagram-nya, Kamis (28/1/2021).
Anies kemudian menyampaikan bahwa RSUD Keramat Jati yang dulunya adalah Puskesmas kini menjadi RSUD tipe D. RSUD Keramat Jati diharapkan bisa membantu penangangan COVID-19 dengan baik.
Baca juga: Fakta Pasien COVID-19 Meninggal Dunia Usai Ditolak 10 Rumah Sakit, Ada 23 Kasus Serupa
Saat ini, sudah 63% kapasitas RSUD milik Provinsi DKI dikonversi menjadi penanganan khusus COVID-19. Pemprov DKI akan terus mendorong dan juga berkolaborasi dengan RS swasta untuk konversi lebih banyak kapasitasnya untuk penanganan COVID-19.
Sementara itu, untuk kapasitas testing kini terus meningkat hingga 135.000 orang per minggu (12x standard WHO), dengan 85% tes di Jakarta adalah kepada orang suspect, probable dan contact tracing. Selain itu, tenaga kesehatan profesional di DKI Jakarta juga terus ditingkatkan.
"Tenaga kesehatan profesional di Jakarta juga terus kita tingkatkan, hampir setahun mereka bekerja penuh semangat dan sekarang sudah lebih terampil dan lebih siap menangani kasus2 COVID-19. Tapi penambahan tenaga kesehatan ada batasnya dan butuh waktu, karena itu laju penularan COVID-19 harus terus ditekan," ungkap Anies.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: